
Semprotan DNA untuk atasi suporter fanatik yang rusuh. (Daily Mail)
JawaPos.com-Inovasi teknologi kembali dimanfaatkan aparat keamanan Inggris dalam menanggulangi tindak kekerasan di pertandingan sepak bola.
Semprotan penanda DNA tak terlihat kini menjadi senjata baru polisi untuk menandai dan melacak para hooligan atau suporter fanatik yang bertindak brutal atau anarkis yang sering meresahkan publik.
Dilansir dari Daily Mail, Kamis (7/8), Kepolisian Cheshire di Inggris mulai menerapkan teknologi Selecta DNA. Yakni semprotan berbasis DNA dengan kode unik yang dapat menempel pada kulit dan pakaian seseorang tanpa terlihat secara kasat mata.
Tinta ini hanya bisa dideteksi dengan sinar UV dan bertahan hingga beberapa bulan. Teknologi ini pertama kali diuji coba dalam laga antara Crewe Alexandra melawan Port Vale pada Maret.
Setelah uji coba dinilai berhasil, semprotan DNA mulai diterapkan secara resmi mulai Sabtu (9/8) pada laga pembuka Crewe Alexandra melawan Accrington Stanley di ajang League Two.
Kepala Inspektur Gareth Wrigley, pemimpin Operasi Shield dari Kepolisian Cheshire, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Terutama di area pertandingan dan pusat kota.
“Mulai akhir pekan ini, kami akan membekali petugas sepak bola kami dengan semprotan tersebut setiap kali mereka bertugas di pertandingan League One di wilayah ini,” ujar Wrigley.
Selain digunakan untuk mengatasi hooliganisme, semprotan DNA ini juga diterapkan dalam berbagai kasus kejahatan lain seperti pencurian toko, penjambretan ponsel, hingga pelanggaran perintah perlindungan dalam kasus KDRT.
Di kota besar seperti London, pelaku kejahatan kini kerap menggunakan sepeda listrik sebagai kendaraan kabur karena kecepatannya. Polisi juga mulai menandai e-bike menggunakan larutan DNA ini.
Menurut Kepala Kepolisian Sepak Bola Inggris Mark Roberts, mayoritas penggemar sepak bola memang taat hukum. Tapi tindakan tegas tetap diperlukan terhadap kelompok kecil yang berbuat onar.
Roberts menyebut teknologi ini dapat membantu identifikasi serta mencegah tindakan kriminal sebelum dan sesudah pertandingan.
Keunggulan utama dari semprotan ini adalah hampir mustahil dihapus. Sehingga memungkinkan pelacakan pelaku kejahatan bahkan berminggu atau berbulan-bulan setelah kejadian berlangsung.
Dengan penerapan teknologi penanda DNA ini, Kepolisian Inggris berharap angka kekerasan dan gangguan selama pertandingan sepak bola bisa ditekan. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi mulai menjadi pilihan strategis dalam menegakkan hukum di era modern.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
