
Mason Mount. (dok. MUFC)
JawaPos.com - Kedatangan dua amunisi anyar ke lini depan Manchester United tak membuat Mason Mount gentar. Justru sebaliknya, gelandang serang asal Inggris itu menyambut hangat persaingan yang akan terjadi di sektor kreatif Setan Merah usai Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo resmi bergabung di bursa transfer musim panas ini.
Mount mengakui bahwa persaingan akan semakin ketat untuk memperebutkan tempat di starting XI, terutama di sektor gelandang serang dalam skema 3-4-3 racikan pelatih baru, Ruben Amorim. Namun, dia tetap percaya diri bahwa dirinya bisa tampil menonjol dan jadi pilihan utama.
"Ini tentang persaingan," ujar Mount seperti dikutip dari ESPN. “Ketika Anda berada di klub seperti Manchester United, memang sudah seharusnya ada persaingan di sana. Kami semua ingin menang dan kami satu tim dalam tujuan itu.”
Mount juga memuji penampilan impresif Cunha dan Mbeumo di sesi latihan awal pramusim. Menurutnya, keduanya telah menunjukkan kualitas luar biasa dan hal itu akan mendorong seluruh tim ke level yang lebih tinggi.
"Saya akan selalu percaya pada diri sendiri. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan. Tapi kami adalah tim dan kami bekerja bersama dalam hal itu," tambahnya. “Kedatangan para pemain baru akan membuat kami semakin kuat. Kami semua harus menyamai level itu untuk bisa tampil maksimal.”
Seperti diketahui, Manchester United resmi mengamankan tanda tangan Matheus Cunha dari Wolverhampton dan Bryan Mbeumo dari Brentford dengan nilai transfer besar. Kehadiran dua pemain kreatif tersebut diproyeksikan untuk memperkuat lini serang yang kerap tumpul musim lalu.
Bagi Mount sendiri, persaingan ini justru datang di momen yang tepat, mengingat dirinya juga tengah berjuang menemukan kembali performa terbaik setelah musim lalu banyak diganggu cedera.
Namun, Mount tak hanya berbicara soal kondisi saat ini. Ia juga menyinggung kekalahan menyakitkan di final Liga Europa musim lalu saat United takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur. Menurut Mount, kekalahan itu masih membekas dalam benaknya sepanjang libur musim panas.
"Butuh waktu untuk melupakannya," ucapnya. “Sebagai pemain, kamu akan terus memikirkan hal-hal kecil dari pertandingan itu. Saya menjadi starter di laga itu, jadi terus bertanya pada diri sendiri, ‘Apa yang bisa saya lakukan lebih baik?’ atau ‘Apakah saya seharusnya memberikan umpan yang lebih tepat?’"
Meski mencoba tidak terlalu menyalahkan diri, Mount tak menampik bahwa kekalahan tersebut memberikan luka mendalam. Namun ia menegaskan bahwa musim ini menjadi lembaran baru yang siap dimulai dengan semangat dan tekad berbeda.
“Seluruh musim kemarin menyakitkan. Tapi sekarang waktunya untuk memulai dari awal. Pertandingan pertama musim ini adalah kesempatan besar untuk membuktikan diri,” katanya penuh motivasi.
Mount pun optimistis Manchester United mampu kembali ke level kompetisi Eropa musim depan. Target itu menjadi prioritas utama skuad Setan Merah, terlebih setelah musim lalu mereka harus absen dari Liga Champions dan hanya finis di luar zona empat besar.
“Kami jelas ingin kembali ke Eropa,” ujarnya. “Itu hal yang sangat penting bagi klub ini. Tapi kami juga sadar betapa sulitnya sekarang Premier League. Banyak tim yang melakukan investasi besar dan bermain sangat bagus.”
Dengan semakin tingginya persaingan di liga domestik, Mount menekankan pentingnya disiplin dan detail sejak hari pertama pramusim. Menurutnya, pelatih Ruben Amorim sangat fokus pada peningkatan kecil dalam berbagai aspek baik di dalam maupun luar lapangan.
“Amorim sangat teliti soal detail kecil, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Ia benar-benar menekankan pentingnya perbaikan-perbaikan kecil itu. Sebagai tim, kami sadar harus berkembang di area-area tersebut,” jelas Mount.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
