Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 00.04 WIB

Cicit Diktator Fasis Italia Galau! Mussolini: Saya Ingin Diingat Tentang Karir Sepak Bola, Bukan Nama Saya

Romano Floriani Mussolini berkostum Juve Stabia - Image

Romano Floriani Mussolini berkostum Juve Stabia

JawaPos.com – Ada salah satu kutipan paling terkenal dari penyair Inggris William Shakespeare soal identitas. Apalah arti sebuah nama? Toh, dinamakan apapun, harumnya mawar tetap akan wangi tercium.

Tapi hal itu jelas tak berlaku bagi pesepakbola Cremonese Romano Floriani Mussolini. Cicit diktator fasis Italia Benito Mussolini itu menyandang nama belakang keluarga yang sangat terkenal di seluruh dunia itu.

“Nama belakang saya tidak pernah menimbulkan masalah bagi saya. Dan dari sudut pandang saya, semakin sedikit yang membicarakannya, semakin baik," kata Mussolini dikutip dari Ansa. "Saya di sini untuk mengekspresikan diri di lapangan sepak bola, tidak ada hal yang lain," ujar pemain 22 tahun itu.

Di Cremonese, pemain yang bisa bermain sebagai bek kanan atau gelandang kanan itu bergabung dengan status pinjaman selama semusim. Mussolini adalah pemain SS Lazio sejak level junior di 2016.

Sepak bola merupakan jalur ‘menyimpang’ yang dipilih pemain yang nyaman disapa Romano atau Floriani itu. Sebab ibunya, Alessandra Mussolini, adalah seorang politisi. Sedang bapaknya, Mario Floriani, seorang polisi.

“Nama saya mungkin terdengar lebih mengganggu orang lain daripada saya sendiri. Saya selalu berkata kalau saya ingin dikenang akan nilai dan kualitas di lapangan bola, bukan di medan lain atau bidang lain,” tegas Mussolini.

Musim lalu, saat dipinjamkan ke Juve Stabia di Serie B ada kejadian unik. Kala itu Mussolini mencetak gol lawan Cesena (22/12/2024).

Saat Mussolini berselebrasi atas gol, penyiar stadion meneriakkan nama depannya, "Romano", sebanyak tujuh kali. Dan teriakan lantang penyiar di stadion ditanggapi puluhan penggemar Juve Stabia dengan meneriakkan "Mussolini" dan tampak memberi hormat ala fasis. Yaitu mengangkat tangan lurus ke langit dengan sudut 45 derajat. Setelah insiden itu, pihak klub Juve Stabia membantah bahwa itu adalah gestur yang sengaja dilakukan.

“Ketika nama pemain yang mencetak gol diumumkan, kami mengangkat tangan ke langit sebagai tanda tim yang ada di hati kami dan yang mewakili kota ini. Hal ini kembali terjadi dengan gol (Mussolini) ini," terang pihak klub.

Terkait hormat fasis Desember lalu, Mussolini mengatakan bahwa kontroversi itu tidak ada gunanya dan tak akan usai dibahas. “Saya lebih banyak membicarakan sepak bola, bukan politik bersama keluarga,” tutur Mussolini.

Ansa menulis kedua orang tuanya Mario Floriani dan Alessandra Mussolini sepakat bahwa putra mereka akan memiliki dua nama keluarga, Floriani dan Mussolini. Setelah dewasa, Romano bisa memilih mana yang akan dipakai.

Sebetulnya otoritas sipil dan pihak gereja Italia telah menyetujui akan pencantuman dua nama belakang orang tua di nama anak. Namun di 2022, Mahkamah Agung Italia memutuskan bahwa anak yang tak sah secara konstitusional bisa menyandang nama ayah-ibunya. Sedang yang sah, hanya diizinkan memakai nama belakang dari ayahnya.

Musim lalu di Juve Stabia, Mussolini memilih untuk menggunakan 'F. Mussolini' sebagai nama di bagian belakang kausnya. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore