Fans Manchester United. (Dok. PA Sport)
JawaPos.com - Ada fakta pahit menimpa Manchester United. Klub berjuluk Setan Merah rupanya menjadi tim yang memiliki jumlah fans paling banyak ditangkap kepolisian di antara semua klub profesional di Inggris dan Wales pada musim lalu.
Data resmi dari Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) yang dirilis pada Kamis (17/7) lalu, kembali mengingatkan publik pada masa kelam hooliganisme yang pernah membayangi Old Trafford pada era 1970-an.
Menurut laporan tersebut, sebanyak 121 pendukung Manchester United ditangkap musim lalu, mengungguli rival sekota Manchester City (94) dan West Ham United (77).
Sebanyak 49 persen dari penangkapan itu terjadi di laga kandang, dengan 34 kasus di antaranya berkaitan dengan kerusuhan publik atau tindakan kekerasan.
West Ham, yang memiliki jumlah penggemar terbanyak yang ditangkap di masing-masing dari tiga musim sebelumnya, berada di posisi ketiga dengan 77 pendukung yang ditangkap selama kampanye 2024/2025.
Chelsea berada di posisi keempat dengan 76 suporter yang ditangkap, sementara Aston Villa berada di posisi kelima dengan 71.
Secara keseluruhan, jumlah penangkapan terkait sepak bola di Inggris tercatat menurun 11 persen menjadi 1.932 kasus, penurunan pertama sejak penonton kembali ke stadion pasca-pandemi.
Meski begitu, jumlah laporan insiden justru melonjak 18 persen, mengindikasikan bahwa gangguan mulai tersebar secara lebih luas daripada terkonsentrasi di lokasi-lokasi tertentu.
Peningkatan yang paling memprihatinkan terjadi pada kasus kejahatan bermotif kebencian (hate crime), dengan 420 insiden dilaporkan sepanjang musim, angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2017/2018.
Dari jumlah itu, 287 insiden berkaitan dengan ras, sementara 140 terkait orientasi seksual, dan sisanya mencakup disabilitas serta identitas gender.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 23 persen dibanding musim sebelumnya yang mencatat 341 insiden.
Sementara, persentase penangkapan atas kepemilikan narkoba Golongan A merupakan yang tertinggi sejak menjadi tindak pidana Golongan 1 pada November 2022, naik menjadi 19% dari awalnya 9% pada 2022/2023.
Namun demikian, kerusuhan publik tetap menjadi tuduhan paling umum dengan porsi 32 persen dari total kasus.
Pihak berwenang juga mencatat jumlah larangan masuk stadion (banning orders) meningkat menjadi 2.439, tertinggi sejak musim 2012/2013.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
