Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 00.31 WIB

Jack Grealish di Ambang Pindah dari Manchester City, Liga Arab Saudi Menanti

Jack Grealish. (Instagram @jackgrealish) - Image

Jack Grealish. (Instagram @jackgrealish)

JawaPos.com–Masa depan Jack Grealish di Manchester City tampaknya mulai menemui titik akhir. Meski sempat menjadi bagian penting dari kesuksesan The Citizens, sang winger kini berada dalam ketidakpastian menjelang musim 2025/26.

Penurunan menit bermain, tidak dibawa ke ajang Piala Dunia Antarklub, hingga sinyal kuat dari pelatih Pep Guardiola membuat banyak pihak, termasuk jurnalis dan pengamat internal City, menilai bahwa semuanya sudah selesai antara Grealish dan City.

Grealish hanya tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan Premier League musim lalu. Itu menjadi penurunan tajam dari kontribusinya saat membawa City meraih treble pada 2022/23.

Meski masih menyisakan dua tahun kontrak dan menyuarakan kecintaannya pada fans City terlihat dari pernyataannya saat menghadiri konser Oasis di Heaton Park akhir pekan lalu isu kepindahan tak terbendung lagi.

“Saya rasa kita semua tahu bahwa dia tidak akan kembali ke tim utama. Hubungan dengan Pep tampaknya sudah mentok. Pep ingin ini berhasil, tapi Grealish tampaknya tidak mengambil kesempatan itu dengan cukup serius,” kata Steven McInerney dari kanal Esteemed Kompany. 

Terlalu Mahal, Terlalu Tua, Terlalu Rumit

Masalah utama dalam memasarkan Grealish ke klub lain adalah paket finansialnya. Dia bergaji sekitar 300 ribu Poundsterling per pekan, menjadikannya salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Inggris.

“Kalau pun ada klub yang mau pinjam, City mungkin harus membayar sebagian besar gajinya,” jelas McInerney.

Kemungkinan klub-klub Premier League seperti Newcastle, Spurs, maupun Aston Villa disebut kecil. Newcastle sudah memiliki opsi di sektor sayap, Spurs di bawah Thomas Frank tengah merancang ulang proyek mereka, dan Aston Villa tidak tertarik membuka bab lama.

Dengan latar belakang tersebut, Grealish diprediksi akan hengkang menjelang akhir bursa transfer musim panas, kemungkinan dengan status pinjaman.

“Banyak klub akan menunggu hingga melihat komposisi skuad mereka lengkap, lalu mencoba mendatangkannya dengan kesepakatan potong gaji,” tambah McInerney.

Pilihan lain? Liga Arab Saudi. “Kalau mereka serius, Grealish bisa jadi aset pemasaran yang luar biasa. Dia punya daya tarik, dan fans liga itu akan menyukainya. Dia juga sering liburan dan latihan di Timur Tengah,” ucapnya.

Guardiola Tak Pernah Membatasi

Beberapa pihak menyebut Pep Guardiola mengekang kebebasan Grealish di lapangan. Namun McInerney membantah anggapan itu.

“Guardiola tidak pernah mengekang Mahrez, Sterling, atau Messi. Saya rasa masalahnya bukan pada sistem Pep, tapi pada konsistensi Grealish sendiri,” ujar Steven McInerney.

Grealish sempat bersinar di musim 2022/23, namun gagal mempertahankan performanya.

“Saya pikir, ini bukan soal dia tidak bisa bermain di level tinggi. Tapi sekarang Premier League lebih intens, lebih taktis, dan membutuhkan kecepatan. Gaya main Grealish mungkin kurang cocok dengan tren itu,” papar Steven McInerney.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore