Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 15.20 WIB

Bantah Dugaan Dieksploitasi di Pesta Ulang Tahun Lamine Yamal, Penghibur Bertubuh Kerdil: Kami Tahu Batas Kami, Kami Bukan Tontonan yang Layak Diejek

Perayaan ulang tahun Yamal jadi kontroversi, ADEE siap tempuh jalur hukum. (Instagram Lamineyamal) - Image

Perayaan ulang tahun Yamal jadi kontroversi, ADEE siap tempuh jalur hukum. (Instagram Lamineyamal)

JawaPos.com - Perayaan ulang tahun ke-18 pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, mendadak menjadi sorotan publik setelah dugaan diskriminasi mencuat ke permukaan. Acara bertema mafia yang digelar di sebuah vila mewah itu tidak hanya dihadiri rekan setim seperti Alejandro Balde dan Gavi, tapi juga para entertainer, termasuk individu bertubuh kerdil.

Kritik keras datang dari Asosiasi Orang dengan Acondroplasia dan Displasia Rangka Lainnya (ADEE) yang mengecam kehadiran penghibur bertubuh kerdil dalam pesta tersebut. ADEE bahkan mengancam akan mengambil langkah hukum, menyebut bahwa tindakan itu melanggar prinsip kesetaraan dan dapat merusak martabat penyandang disabilitas.

Namun di tengah badai kritik, salah satu penghibur yang turut tampil di pesta tersebut akhirnya angkat bicara. Dalam wawancaranya dengan RAC1 yang dilansir melalui laman Daily Mail Sport, pria yang memilih anonim itu membantah keras dugaan eksploitasi.

"Tidak ada yang merendahkan kami. Kami bekerja dengan damai dan secara legal yang sesuai dengan hukum," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan sebagai penghibur adalah hak mereka, terlepas dari kondisi fisik yang dimiliki.

"Mengapa kami tidak boleh tampil pada hiburan tersebut? Karena tubuh kami berbeda?" katanya. Bahkan, ia menuding Presiden ADEE saat ini merasa inferior dan mencoba menghalangi rekan-rekannya mencari nafkah. "Kami tahu batas kami. Kami bukan tontonan yang layak diejek," ujarnya tegas.

Meski terikat perjanjian kerahasiaan, sang penghibur mengungkap bahwa mereka hanya menari, membagikan minuman, tampil sulap, dan semua orang bahagia akan hal itu. 

"Kami juga diundang untuk bergabung dengan tamu lainnya. Semua bersenang-senang. Semua kegaduhan ini terjadi karena ini pestanya Lamine Yamal," tambahnya.

Terlepas dari klarifikasi tersebut, ADEE tetap bersikukuh akan melanjutkan langkah tersebut menempuh hukum. Presiden ADEE, Carolina Puente, menyatakan bahwa praktik tersebut bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat yang menghargai kesetaraan.

"Mengobjektifikasi perbedaan fisik demi hiburan harus dihentikan. Apalagi jika melibatkan figur publik yang berpengaruh pada generasi muda," tegas Puente.

Kontroversi ini semakin meluas setelah model Claudia Calvo mengklaim bahwa ia ditawari bayaran hingga EUR 20.000 untuk hadir di acara tersebut, dengan syarat penampilan fisik tertentu. Ia menolak setelah merasa tidak mendapat penjelasan yang jelas tentang peran yang diharapkan.

Sampai saat ini, Lamine Yamal belum memberikan komentar resmi terkait kontroversi ini. Namun di tengah prestasinya sebagai pemain muda berbakat, kasus ini menjadi pengingat penting soal tanggung jawab sosial figur publik dalam menjaga nilai-nilai kesetaraan dan penghormatan terhadap sesama.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore