
Son Heung-min mengangkat trofi Liga Europa bersama Tottenham. (sportschosun)
JawaPos.com – Musim panas 2025 menghadirkan sebuah dilema besar bagi Tottenham Hotspur. Di tengah euforia meraih trofi Eropa perdana dalam satu dekade terakhir, kabar mengejutkan datang dari internal klub: Son Heung-min—sang kapten sekaligus ikon klub—dikabarkan akan dilepas ke Liga Arab Saudi.
Bukan karena performanya menurun, bukan pula karena konflik dengan manajemen. Melainkan karena pertimbangan finansial dan perencanaan jangka panjang klub yang kini tengah memasuki fase transisi di bawah manajer anyar Thomas Frank.
Trofi Akhir, Petualangan Baru?
Son Heung-min akhirnya berhasil mencicipi gelar juara bersama Spurs setelah menanti hampir 10 tahun. Adalah gol semata wayang dalam final Liga Europa melawan Manchester United yang mengantar Tottenham meraih trofi bergengsi musim lalu. Perpanjangan kontrak satu tahun yang diberikan manajer sebelumnya, Ange Postecoglou, terbukti menjadi keputusan tepat—bukan hanya demi Son, tapi juga sejarah klub.
Namun, setelah selebrasi usai, tak ada tanda-tanda pembicaraan kontrak jangka panjang. Ketika ditanya soal masa depan, Son memilih jawaban aman: “Saya masih punya satu tahun kontrak.” Sebuah pernyataan netral, tapi sarat makna.
Tawaran Fantastis dari Timur Tengah
Menurut laporan terbaru, sejumlah klub dari Saudi Pro League tengah memantau situasi Son dengan serius. Mereka siap menyodorkan tawaran besar untuk memboyong pemain asal Korea Selatan itu.
Jurnalis Inggris, Pete O’Rourke, menyebut bahwa Tottenham siap menerima tawaran tersebut jika memenuhi sisi finansial klub.
"Anda perlu tawaran besar dari Liga Arab untuk meyakinkan Son pindah, juga agar Tottenham bersedia menjual. Tapi kalau dilihat dari sisi bisnis, ini momen yang tepat untuk Spurs mendapat dana segar," ujarnya kepada Football Insider.
O’Rourke juga menambahkan bahwa meskipun Son secara pribadi masih nyaman di klub, keputusan besar bisa saja diambil jika mempertimbangkan aturan Financial Fair Play (FFP) dan kebutuhan transfer Tottenham sendiri. “Semuanya masih serba mungkin,” tegasnya.
Kontribusi Son Tak Bisa Dikesampingkan
Statistik Son musim 2024/2025 tetap impresif. Ia mencetak 11 gol dan 12 assist dalam 46 laga di semua kompetisi. Total, sejak bergabung dari Bayer Leverkusen pada 2015, ia telah mengoleksi 173 gol dan 101 assist dari 454 pertandingan—sebuah catatan luar biasa yang menegaskan statusnya sebagai legenda klub.
Usianya yang menginjak 33 tahun memang menimbulkan kekhawatiran soal penurunan performa. Namun Son masih menjadi inspirasi utama dalam skuad, baik di dalam lapangan maupun di luar. Karismanya, disiplin, dan etos kerja telah menjadikannya panutan bagi para pemain muda Spurs.
Era Baru, Peran Baru?

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
