
Ilustrasi pemain Bayern Munich dan Auckland City. (@fcbayern/Instagram)
JawaPos.com-Bayern Munich kembali menunjukkan dominasi di pentas internasional. Raksasa Bundesliga tersebut mencatat sejarah baru usai menghancurkan tim amatir asal Selandia Baru Auckland City dengan skor telak 10-0 dalam laga Piala Dunia Antar klub FIFA 2025.
Kemenangan ini resmi menjadi margin kekalahan terbesar dalam sejarah turnamen senior putra yang diselenggarakan FIFA. Dilansir dari ESPN, laga ini berlangsung di hari kedua turnamen Piala Dunia Antar klub FIFA yang tengah digelar di Amerika Serikat.
Auckland City, satu-satunya tim non profesional dalam turnamen tersebut, tidak mampu membendung kekuatan Bayern Munich yang tampil dengan skuad senilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Bayern tampil tanpa ampun sejak menit awal.
Michael Olise menjadi bintang dengan torehan hattrick, sementara tujuh gol lain dibagi rata para pemain Bayern yang tampil agresif dan efektif sepanjang pertandingan.
Ketimpangan antara kedua tim begitu mencolok. Menurut laporan, biaya penerbangan Auckland City ke Amerika Serikat untuk ikut serta dalam turnamen bahkan lebih tinggi dari pendapatan tahunan mereka.
Hal ini memperkuat kritik terhadap keputusan FIFA yang memperluas format turnamen menjadi 32 tim, termasuk tim amatir. Meskipun demikian, bagi Bayern Munich, laga ini menjadi ajang unjuk kekuatan sekaligus pencetak sejarah.
Hasil 10-0 ini resmi menjadi kekalahan terbesar yang pernah terjadi dalam turnamen pria yang diselenggarakan FIFA, melampaui rekor sebelumnya yakni kekalahan 6-1 Al Hilal atas Al Jazeera pada edisi 2002.
Sebagai perbandingan, bahkan di Piala Dunia FIFA untuk tim nasional, belum pernah terjadi kekalahan dengan selisih 10 gol. Rekor terbesar tercatat dalam laga Hungaria vs El Salvador (10-1) pada 1982.
Kemenangan bersejarah Bayern Munich atas Auckland City tidak hanya menunjukkan kesenjangan level antara tim profesional dan amatir. Tapi juga menimbulkan pertanyaan baru mengenai kelayakan format baru Piala Dunia Antar klub FIFA.
Meskipun menimbulkan perdebatan, hasil laga pada Minggu (15/6) tetap menjadi catatan emas bagi Bayern dan rekor kelam bagi Auckland City di panggung sepak bola dunia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
