Tangkap layar kerusuhan saat pertandingan sepak bola di Brasil. (@daniel_lian/X)
JawaPos.com - Sebuah pertandingan sepak bola kelompok usia di Brasil mendadak berubah menjadi tawuran massal. Insiden yang viral ini melibatkan pemain remaja dan asisten wasit sehingga memaksa Polisi Militer turun tangan.
Tindakan kekerasan tersebut kini dalam penyelidikan hukum.
Dilansir dari Daily Mail pada Kamis (12/6), peristiwa ini terjadi dalam pertandingan U-17 antara klub sosial Sao Paulo FC dan Clube Banespa di Brasil pada Minggu (8/6).
Laga berlangsung relatif tenang hingga injury time, saat gol salah satu tim dianulir yang memicu kemarahan pemain muda Sao Paulo FC.
Seorang pemain kemudian tampak beradu mulut dan menempelkan dahinya ke dahi asisten wasit. Ofisial tersebut bereaksi dengan menampar wajah sang pemain.
Aksi itu menyulut keributan hebat. Para pemain langsung menyerang tim wasit, salah satunya bahkan menendang ofisial dengan gaya flying kick.
Asisten wasit terpojok hingga ke pagar lapangan dan tetap menjadi sasaran amukan para pemain. Dalam video yang beredar, asisten wasit juga terlihat memukul seorang pemain hingga terjatuh ke tanah.
Beberapa pemain lain mencoba membela rekannya, sementara suasana semakin panas dengan keterlibatan penonton di luar pagar.
Polisi Militer dipanggil dan segera mengamankan seluruh pihak yang terlibat. Daily Mail melaporkan kasus ini diselidiki berdasarkan Pasal 129 (penganiayaan) dan 147 (ancaman) dalam KUHP Brasil.
Penyelenggara turnamen, Asosiasi Sepak Bola Remaja Antarklub Sao Paulo, mengecam keras kejadian tersebut.
Tiga ofisial wasit yang berasal dari perusahaan pihak ketiga langsung dilarang bertugas di kompetisi. Mereka menegaskan bahwa tindakan kekerasan, baik dari pemain, staf, maupun suporter, akan ditindak secara administratif, disipliner, dan hukum.
Berdasarkan laporan media brazil ge.globo, tim Sao Paulo FC yang terlibat dalam laga tersebut tidak memiliki hubungan resmi dengan akademi sepak bola muda klub Sao Paulo FC (Tricolor).
Tim ini merupakan gabungan dari para anggota dan anak-anak anggota klub sosial yang mendaftar secara independen untuk mengikuti turnamen amatir.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
