Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 02.12 WIB

Laporan Deloitte: Sepak Bola Inggris Sedang dalam Krisis Identitas Finansial

Trofi Premier League (Dok. Liverpool.com) - Image

Trofi Premier League (Dok. Liverpool.com)

JawaPos.com - Sepak bola Inggris sedang berada dalam tekanan besar. Laporan terbaru Deloitte menyebut bahwa sistem sepak bola di Inggris tengah dihimpit antara tuntutan komersial dan kebutuhan para pendukung.

Dilansir dari The Guardian, laporan tahunan bertajuk Annual Review of Football Finance itu mengungkap bahwa pasar sepak bola Eropa bernilai rekor £32,2 miliar (sekitar Rp 667 triliun) pada musim 2023-24. Dari jumlah itu, lebih dari £16,9 miliar (sekitar Rp 350 triliun) berasal dari lima liga besar Eropa, dengan Premier League menyumbang £6,3 miliar (sekitar Rp 130 triliun).

Meski angka-angka itu mencerminkan pertumbuhan, Deloitte mengingatkan bahwa data finansial semata tak cukup menggambarkan realita di balik industri. Sepak bola Inggris tengah menghadapi tantangan menjaga akar komunitas di tengah dorongan ekspansi bisnis.

"Tidak diragukan lagi bahwa sistem sepak bola di Inggris sedang dalam tekanan," ujar Tim Bridge, mitra utama di Deloitte Sports Business Group.

Bridge juga menyoroti banyaknya laporan ketidakpuasan fans, khususnya soal harga tiket dan aksesibilitas. Menurutnya, ini adalah bukti sulitnya menyeimbangkan pertumbuhan komersial dan peran sosial klub sebagai aset masyarakat.

Sebuah rancangan undang-undang untuk membentuk regulator independen sepak bola telah melewati pembacaan kedua di parlemen bulan lalu. Jika disahkan, regulasi ini berpotensi mengubah sistem tata kelola sepak bola Inggris.

Namun, Bridge menekankan pentingnya mengatasi kesenjangan finansial antara Premier League dan Championship. Ia menyebut ketimpangan ini mengancam keseimbangan kompetisi dan keberlanjutan klub.

"Cara sepak bola diatur dan diregulasi harus mampu mendorong nilai, keterlibatan penggemar baik secara fisik maupun digital, serta keseimbangan kompetitif," jelasnya.

Dua musim terakhir memperlihatkan tantangan besar, di mana semua klub yang promosi dari Championship langsung terdegradasi dalam satu musim. Efek "yoyo" ini berdampak besar terhadap pengeluaran klub dan daya saing secara keseluruhan.

Kondisi ini menjadi salah satu hambatan utama untuk menarik investor jangka panjang. Meski minat investasi tetap tinggi, ketidakjelasan seputar bentuk akhir regulator membuat investor ragu.

Regulator ini rencananya mulai bekerja pada musim gugur, namun masih banyak rintangan. Salah satunya adalah kemungkinan investigasi terhadap penunjukan David Kogan sebagai ketuanya.

"Ketertarikan terhadap sepak bola Inggris tetap tinggi, terutama jika ada hubungan komunitas yang kuat atau peluang investasi tambahan," kata Bridge.

"Tapi ketidakpastian mengenai rezim regulasi ke depan menjadi hambatan," pungkasnya.

Negara-negara lain seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol turut mengamati perkembangan ini. Mereka melihatnya sebagai peluang untuk menutup kesenjangan finansial dengan Premier League.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore