
PSG akhirnya menyandang gelar juara Liga Champions 2024/2025 di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (1/6) (Ig. Paris Saint Germain)
JawaPos.com - Dalam sepak bola khususnya di Eropa, manajer memiliki peran penting terkait keberhasilan sebuah tim. Manajer adalah orang yang memimpin dan bertanggung jawab atas sebuah tim sepak bola profesional, baik di tingkat klub maupun tim nasional.
Tidak mudah menemukan manajer yang tepat untuk mengelola sebuah tim. Bukan tanpa sebab, manajer tentu harus memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemilik atau Presiden klub.
Keselarasan tersebut yang kerap menjadi faktor sebuah klub sehat. Khususnya ketika visi dan misi mereka tercapai.
Sebagai contoh, di musim 2024-2025 adalah musim gemilang Paris Saint Germain. Presiden klub yakni Nasser Al-Khelaïfi memang dikenal ambisius untuk meraih trofi UEFA Champions League.
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Nasser, bahkan dia sempat mendatangkan pemain bintang seperti Neymar, Messi, Mbappé, Sergio Ramos, dan banyak bintang lain agar tim asal Paris tersebut sukses menjuarai kompetisi tertinggi klub Eropa tersebut.
Namun upaya Nasser kerap gagal, bahkan PSG sebelumnya hanya berhasil meraih posisi finalis. Ketika Luis Enrique datang, dan visi misi mereka sejalan hingga transfer pemain yang sesuai pada akhirnya menghasilkan keberhasilan meraih treble winner atau meraih tiga trofi dalam kurun satu musim.
Begitu analogi yang sesuai untuk menggambarkan keselarasan antara Presiden atau pemilik klub, dengan manajer yang menaungi klub tersebut.
Lantas, apakah posisi manajer adalah untuk semua orang? Dan apakah semua orang layak untuk berada di posisi layaknya menteri dalam pemerintahan tersebut? Berikut ulasannya.
Manajer Harus Kompeten dan Memiliki Integritas
Menaungi sebuah tim sejatinya adalah tanggung jawab besar. Bagaimana dia meraih hasil yang baik untuk tim dan juga memuaskan penggemar yang senantiasa mendukung tim tersebut.
Dalam meraih prestasi, tentu Owner atau Presiden klub tidak mungkin memilih pelatih secara asal. Tentu mereka sudah mempertimbangkan kandidat terbaik untuk menempati posisi tersebut.
Tidak mungkin Tom Werner menunjuk Arne Slot hanya karena alasan sepele, atau dilandasi dari balas budi. Liverpool tentu mempertimbangkan Arne Slot berdasarkan kompetensi dan integritasnya sebagai seorang manajer. Terlebih prestasi Arne ketika menangani Feyenoord hingga dia didatangkan ke Anfield.
Tidak dapat terbayang apabila Tom Werner menggunakan prinsip balas budi, tentu Liverpool tidak akan kemana-mana musim 2024-2025 ini.
Manajer Sepak Bola Harus Paham Sepakbola
Tentu, seorang yang bekerja di bidang sepak bola terlebih dirinya menaungi sebuah klub maka sudah seharusnya dia paham dengan sepak bola. Ketika dia memahami sepak bola dan memiliki filosofi mengenai hal tersebut, tidak jarang dia akan menjadi manajer yang hebat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
