
Xabi Alonso. (ig. Real Madrid)
JawaPos.com-Setelah sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga bersejarah dengan formasi tiga bek andalannya, Xabi Alonso kini bersiap menggebrak Real Madrid dengan filosofi taktik yang berbeda.
Menurut laporan Marca, ahli taktik asal Spanyol tersebut akan menerapkan sistem dasar 4-3-3, sebuah langkah yang diyakini akan menjadi revolusi di tubuh Los Blancos.
"Ide mantan gelandang Liverpool dan Bayern Munich itu, di antara tim lainnya, adalah beralih ke formasi 4-3-3," demikian laporan dari Marca.
"Itu bukan satu-satunya cara bermain timnya, tetapi itu akan menjadi titik awal, yang berarti mengesampingkan ide bahwa Real Madrid akan kembali ke gaya permainan yang belum pernah mereka gunakan secara teratur sejak 2000, yang membantu mereka memenangkan Liga Champions di Paris melawan Valencia," imbuh Marca.
Yang paling menarik, Alonso menuntut kontribusi defensif dari seluruh skuad, termasuk para bintang terbesar tim. Ini adalah penekanan pada upaya kolektif di atas kecemerlangan individu, sebuah mentalitas yang akan sangat diuji di klub bertabur bintang seperti Los Blancos.
Pergeseran taktik ini bukan tanpa alasan. Badai cedera yang menghantam lini belakang Madrid, dengan tiga bek tengah utama, Eder Militao, David Alaba, dan Antonio Rudiger, semuanya dalam masa pemulihan, menjadi salah satu faktor pendorong.
Alonso menyadari pentingnya fondasi pertahanan yang kuat, dan itu berarti semua pemain harus ikut bertanggung jawab. Fokus Alonso juga tertuju pada para pemain sayap. Ia menuntut upaya ekstra dari para penyerang, terutama Vinicius Junior.
Komitmen defensif pemain sayap lincah asal Brasil ini akan menjadi sorotan ketat di bawah kepemimpinan Alonso. Bahkan, sang pelatih berencana untuk segera mengadakan pembicaraan khusus dengan Vinicius guna menjelaskan perubahan peran dan tuntutan taktis yang akan dihadapinya.
Persiapan matang telah dimulai. Analis taktik kepercayaan Alonso, Benat Labaien, telah disibukkan dengan mengamati pertandingan-pertandingan terakhir Los Blancos. Tujuannya jelas memahami kebiasaan para pemain dan mengidentifikasi masalah-masalah defensif yang harus segera diatasi. Pekerjaan dasar ini krusial dalam membentuk perencanaan awal untuk musim yang baru.
Masa jabatan pelatih berusia 43 tahun ini di Madrid secara resmi telah dimulai. Piala Dunia Antarklub akan menjadi panggung uji coba penting bagi tim barunya, memberikan gambaran awal tentang bagaimana filosofi Alonso akan diimplementasikan di lapangan.
Tak menutup kemungkinan, Madrid akan mempertimbangkan untuk merekrut bek tengah baru jika masalah cedera terus menghantui. Sang manajer juga akan segera duduk bersama para pemain kunci untuk menyelaraskan mereka dengan tuntutan taktisnya yang baru.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
