Pemain Real Betis, Antony, berjalan lesu usai takluk lawan Chelsea di Conference League. (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Media Spanyol telah memberikan kritikan tajam kepada Antony setelah Real Betis menelan kekalahan 1-4 dari Chelsea di final Conference League di Stadion Wroclaw, Kamis (29/5) dini hari WIB.
Betis sempat unggul terlebih dahulu melalui gol pembuka Abde Ezzalzouli di menit kesembilan, namun serangan cepat dari Enzo Fernandez dan Nicolas Jackson memastikan laga ini berjalan dengan dua babak yang sama sekali berbeda pada akhirnya.
Gol-gol kemenangan Chelsea kemudian dicetak oleh Jadon Sancho dan Moises Caicedo sekaligus memastikan The Blues menjadi tim pertama yang mampu meraih gelar juara semua kompetisi yang diselenggarakan oleh UEFA.
Sementara itu, Real Betis kehilangan kesempatan untuk keluar dari bayang-bayang dan membuat sejarah kontinental dengan apa yang akan menjadi gelar utama Eropa pertama mereka.
Pertandingan semalam juga berfungsi sebagai ujian terakhir bagi Antony sebelum ia kembali ke Manchester United musim panas ini, dengan harapan untuk mendapatkan kepindahan permanen ke tempat lain.
Setelah dengan cepat menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di La Liga dengan tujuh gol dari 15 pertandingan sebagai pemain pinjaman, pertanyaannya sekarang adalah apakah penampilan melempemnya di Polandia telah mengurangi prospek tersebut.
Menurut catatan Opta, Antony hanya mengemas 36 sentuhan, 3 kali tembakan, dan sekali dribel sukses. Dilihat dari statistik tersebut, sang pemain memiliki penampilan yang antiklimaks, dan kritikan ini tidak diredakan oleh media Spanyol, yang juga melihat penampilannya dengan pandangan yang sama buruknya.
Dilansir dari laman Mundo Deportivo, media asal Spanyol itu memuat sebuah artikel tentang bagaimana Cole Palmer membuktikan bahwa dirinya adalah segalanya yang tidak dimiliki oleh Antony di pertandingan tersebut.
"Ada banyak orang yang membayangkan Antony akan mengambil alih partai final dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan tim Betis," tulis Mundo Deportivo.
"Penampilan pemain asal Brasil ini tidak memiliki kecocokan dengan penampilannya saat mengenakan kostum Real Betis sejak tiba di Benito Villamarin pada musim dingin lalu.
"Kecuali ada keajaiban yang membuatnya tetap berada di Heliopolis, Antony telah memberikan satu penampilan terakhir yang tidak dapat dilupakan.”
Sementara, media Spanyol lain yakni AS, tidak memberikan penilaian yang berlebihan dalam mengevaluasi atlet Brasil tersebut, seperti yang mereka klaim: “Antony seperti menghilang lawan Chelsea.”
Di tempat lain, dalam penilaian pemain oleh Marca, pemain berusia 25 tahun ini mendapatkan nilai 4.5/10, saat mereka menganggap performa bek Chelsea, Marc Cucurella, menjadi salah satu alasan mengapa penampilan Antony begitu buruk di babak final.
Dan ketika ditanyai setelah pertandingan, Antony mengakui bahwa ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depannya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
