
Ilustrasi Trophy Piala Dunia FIFA 2026. (@artofth/X)
JawaPos.com - FIFA bersiap menghadirkan sistem baru dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026. Kali ini, bukan hanya pertandingan yang bikin deg-degan, tetapi juga harga tiketnya.
Pasalnya, FIFA akan menerapkan model harga dinamis (dynamic pricing) yang membuat harga tiket dapat naik-turun tergantung permintaan.
Sistem ini akan berlaku untuk penjualan tiket umum Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Berbeda dari sistem konvensional, harga dinamis membuat harga tiket dapat berubah menjadi lebih murah atau jauh lebih mahal tergantung seberapa tinggi antusiasme penonton terhadap pertandingan tertentu.
Penjualan tiket ini dijadwalkan mulai kuartal ketiga (Juli —September) tahun 2025 melalui situs resmi FIFA. Saat ini, yang tersedia baru tiket hospitality dengan harga mulai dari Rp 56 juta hingga Rp 1,17 miliar per paket.
FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia tentu menjadi pengambil keputusan utama dalam penerapan sistem ini.
Namun, yang paling terdampak ialah para penggemar sepak bola dari seluruh dunia, khususnya mereka yang merencanakan perjalanan ke Amerika Utara demi menyaksikan langsung pertandingan.
Sementara itu, jurnalis Adam Crafton mengungkapkan bahwa organisasi seperti Football Supporters Europe (FSE) menyuarakan kekhawatirannya terhadap ketentuan baru ini.
Mereka menilai sistem harga dinamis berpotensi mengusir suporter sejati dari stadion karena harga tiket yang dapat meroket drastis.
“Kami sangat kritis terhadap ide ini, karena tidak cocok untuk sepak bola,” kata Ronan Evain, Direktur Eksekutif Football Supporters Europe (FSE) kepada The Athletic (21/5).
Alasan utama FIFA sebenarnya cukup jelas, yaitu mengoptimalkan pendapatan.
Dalam dokumen resmi, FIFA menargetkan pemasukan sebesar Rp 208 triliun untuk siklus empat tahun yang berpuncak di Piala Dunia 2026, meningkat dari Rp 121,6 triliun di siklus sebelumnya.
Sistem ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pasar Amerika Utara.
FIFA bahkan telah menguji coba sistem serupa di FIFA Club World Cup dan Copa America, yang juga berlangsung di AS.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
