Pertandingan terakhir Everton di Goodison Park. (Dok. Instagram)
JawaPos.com - Laga terakhir di Goodison Park ditutup dengan cerita manis. Everton mengakhiri 133 tahun di stadion bersejarah mereka dengan kemenangan 2-0 atas Southampton dalam lanjutan Premier League, Minggu (18/5). Dua gol dari Iliman Ndiaye tidak hanya mengantar tiga poin, tapi juga mengukir namanya dalam buku emas klub. Dalam suasana penuh emosi dan nostalgia, Everton menutup babak sejarah dengan cara terbaik—kemenangan.
Atmosfer sejak awal sudah terasa istimewa. Gemuruh ribuan suporter yang memadati tribun Goodison tak hanya membawa semangat, tetapi juga haru. Ada kebanggaan dan juga kesedihan yang bercampur dalam sorakan mereka. Sebuah perpisahan yang tidak biasa, karena Goodison bukan sekadar stadion, ia adalah rumah, kenangan, dan identitas bagi The Toffees.
Dan, para pemain Everton menjawab atmosfer tersebut dengan penampilan luar biasa sejak menit pertama. Bahkan, tak butuh waktu lama bagi Iliman Ndiaye untuk menciptakan ledakan emosi di stadion. Baru enam menit laga berjalan, pemain bernomor punggung 10 itu membuka keunggulan lewat tembakan mendatar ke pojok kiri gawang setelah memanfaatkan bola liar hasil perebutan antara Dwight McNeil dan bek Southampton.
Itu baru awal. Beto sebenarnya sempat dua kali menjebol gawang Southampton, tapi keduanya dianulir akibat offside. Namun, publik Goodison kembali bergemuruh jelang turun minum. Lagi-lagi Ndiaye, yang kali ini memanfaatkan bola pantul dari tembakan McNeil yang diblok. Ia mengecoh Aaron Ramsdale dan menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 2-0 menutup babak pertama.
Di babak kedua, Everton memang tak menambah gol. Tapi, kontrol permainan sepenuhnya berada di tangan mereka. Laga ditutup dengan tepuk tangan dan sorakan emosional dari tribun, pertanda satu era telah benar-benar usai. Everton menang, dan Goodison Park berpamitan dengan senyum.
Tak Sekadar Menang, Ini Tentang Sejarah
Kemenangan ini sangat berarti. Setelah 2.791 pertandingan resmi di Goodison Park—termasuk 633 laga Premier League—Everton akhirnya menutup kisah panjang mereka di kandang dengan kemenangan yang sangat simbolik. Lebih dari sekadar tiga poin, ini adalah penegasan bahwa mereka menghormati sejarah dan memberikan salam perpisahan dengan cara yang pantas.
Ini juga menjadi obat penawar bagi performa Everton yang inkonsisten di kandang musim ini. Sebelum laga ini, mereka mencatatkan tujuh pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi dan baru empat kali menang di kandang sepanjang musim. Maka, kemenangan atas Southampton menjadi pelepas dahaga dan pengantar yang layak menuju era baru.
Southampton sendiri tampil di bawah tekanan dan tak mampu mengimbangi intensitas permainan tuan rumah. Mereka tampak kehilangan arah sejak kebobolan di menit awal. Bahkan, ketika menguasai bola, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih. Kekalahan ini makin menegaskan nasib mereka sebagai tim yang harus turun kasta musim depan.
Statistik Tegaskan Dominasi The Toffees
Secara statistik, pertandingan berjalan relatif seimbang dalam hal penguasaan bola. Everton dan Southampton berbagi masing-masing 50 persen. Namun, dari segi efektivitas dan penyelesaian akhir, The Toffees jauh lebih unggul.
Anak-anak asuh David Moyes melepaskan 13 tembakan dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Bandingkan dengan Southampton yang hanya melepaskan enam tembakan dan dua yang mengarah ke target. Statistik ini menunjukkan bagaimana Everton lebih tajam dan memanfaatkan peluang dengan baik.
Dari sisi sepak pojok, Southampton sedikit unggul 5-4, tapi tak satu pun dari momen bola mati itu berhasil dimaksimalkan. Pelanggaran pun lebih banyak dilakukan tim tamu dengan 10 kali, menunjukkan bahwa mereka cukup kerepotan menghadapi tekanan Everton.
Iliman Ndiaye, Pahlawan Malam Perpisahan

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
