Ole Gunnar Solskjaer mengaku prihatin atas performa Manchester United. (Dok. Besiktas)
JawaPos.com - Ole Gunnar Solskjaer mengatakan sulit menyaksikan Manchester United yang sedang kesusahan di Liga Inggris musim 2024/2025. Dia juga mengakui tidak pernah mudah melihat mereka berada tepat di atas zona degradasi, karena klub itu adalah keluarganya sendiri.
Solskjaer pernah membesut Manchester United pada medio 2018 hingga November 2021. Dia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah keluarnya Jose Mourinho dan kemudian diangkat sebagai pelatih tetap ketika dia membawa Setan Merah ke final Liga Europa pada 2021, di mana mereka kalah dalam adu penalti dari Villarreal.
Setelah petualangannya berakhir di Old Trafford, Solskjaer didapuk sebagai pelatih Besiktas pada 18 Januari dan menandatangani kontrak dengan tim Liga Super Turki itu hingga akhir musim depan.
Meskipun terlihat siap untuk mencapai final Liga Europa pertama mereka sejak masa Solskjaer di klub, Manchester United mengalami musim yang sulit. Di bawah asuhan Ruben Amorim, mereka berada di urutan ke-15 di klasemen Premier League dengan empat pertandingan tersisa.
Terbaru, Setan Merah kembali menelan pil pahit usai takluk lawan Brentford 3-4 di Liga Inggris, Minggu (4/5) malam WIB. Meski begitu, nasib mereka terbilang cukup bagus di ajang Liga Europa dengan berhasil menggasak Athletic Bilbao 3-0 di babak semifinal.
"Manchester United adalah keluarga saya dan akan selalu menjadi bagian dari diri saya,” kata Solskjaer seperti dilansir dari laman ESPN.
"Dalam sepak bola, Anda tidak akan merasa kasihan pada siapa pun karena kami memiliki hak istimewa, benar-benar 100% istimewa untuk bisa bekerja di klub seperti ini.
"Namun bagi saya, sulit untuk menyaksikannya karena itu adalah keluarga Anda yang sedang berjuang. Tidak pernah mudah di akhir pekan ketika Anda melihat tabel klasemen."
Ketika ditanya mengapa ia memilih untuk mengambil alih kepemimpinan di Besiktas, Solskjaer mengatakan: "Klub ini fantastis. Saya berbicara dengan banyak orang tanpa melakukan apa pun. Ini adalah satu-satunya yang saya ajak bicara, di mana saya melihat ke belakang setelah itu dan berpikir saya berharap ada di sana karena ada begitu banyak potensi."
"Anda merasa identitas dan budaya di klub ini selaras dengan Anda; nilai-nilai tentang kejujuran, kerja sama. Kami adalah klub pertama di Turki yang pergi ke luar negeri untuk bermain."
"Sangat mirip dengan Man United dalam hal itu. Itu hanya mengingatkan saya pada Man United ketika saya berada di sana," imbuh pelatih asal Norwegia tersebut.
Manchester United kini terlempar dari zona kompetitif di Liga Champions. Mereka tidak sanggup bersaing, apalagi untuk merebut tiket Liga Champions dari jalur kompetisi Liga Inggris yang mereka jalani.
Harapan terbesar Setan Merah untuk bisa menyelamatkan musim mereka, kini hanya bertumpu pada keberhasilan mereka di Liga Europa. Selain masih bisa berharap merebut gelar, melalui Liga Europa ini Setan Merah masih mungin mendapatkan pintu masuk ke Liga Champions musim depan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
