Igor Tudor saat memberikan instruksi kepada pemain Juventus. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP Photo)
JawaPos.com - Igor Tudor mengakui bahwa ia terpaksa mengubah rencananya secara signifikan saat Juventus bermain imbang melawan Bologna dengan skor 1-1 pada Senin (5/5) dini hari WIB.
Juventus mengawali pertandingan dengan sempurna di Stadio Dall’Ara ketika tendangan Khephren Thuram mampu menaklukkan Lukasz Skorupski, namun Remo Freuler menyamakan kedudukan pada menit ke-54.
Setelah pertandingan, Tudor merasa puas dengan hasil 'satu poin' yang diraih oleh timnya di tengah badai cedera yang terus menerpa Juventus.
"Kami telah mempersiapkan diri secara berbeda dari kebanyakan pertandingan lainnya, dengan formasi 3-5-2 dengan pertarungan fisik yang sangat keras di lapangan," ujar Tudor saat diwawancara DAZN setelah hasil imbang tersebut.
"Kami tahu ini, Bologna adalah tim yang telah dibangun selama beberapa tahun, mereka memiliki tipe sepak bola yang spesifik, didorong oleh semangat membara, terutama ketika mereka bermain di kandang sendiri."
“Saya memutuskan untuk mempersiapkannya dengan cara dan skema baru dalam pertandingan ini. Poin ini sangat penting, saya senang dengan hasil yang solid di stadion tempat semua orang berjuang."
"Dengan begitu banyak masalah cedera, larangan bermain, kami tetap melakukannya dengan baik (mampu menahan imbang Bologna)."
Dalam laga ini, Juventus kehilangan Kenan Yildiz yang mendapat hukuman larangan dua pertandingan, dengan Dusan Vlahovic, Teun Koopmeiners, Federico Gatti, Lloyd Kelly, Arkadiusz Milik, Gleison Bremer, dan Juan Cabal masih menderita cedera.
Randal Kolo Muani tampil di posisi yang mengejutkan saat melawan Bologna dengan bermain turun lebih dalam untuk mendistribusikan bola kepada Nico Gonzalez yang bermain di depan, dengan Weston McKennie juga berperan lebih maju daripada biasanya.
“Kami tahu Bologna selalu memanfaatkan penyerangan satu lawan satu. Mereka adalah tim yang bermain menggunakan fisik, jadi kami memilih pendekatan ini."
“Jelas, seseorang selalu ingin memainkan sepak bola terbaiknya dan mengambil inisiatif untuk menyerang, tetapi dengan semua masalah (cedera) yang kami hadapi, terkadang Anda perlu melakukan perubahan.”
Meski tuan rumah I Rossoblu mendominasi penguasaan bola, Si Nyonya Tua tetap memiliki beberapa peluang besar untuk memenangkan pertandingan, termasuk dua gol yang dianulir karena offside dan Bologna juga gagal memanfaatkan peluang krusial.
“Para pemain telah memberikan segalanya dan ketika Anda bekerja keras untuk mengimbangi intensitas Bologna, itu mengurangi ketajaman penyerangan Anda. Kami menciptakan peluang, tetapi kami puas dengan satu poin,” tambah Tudor.
Setelah laga ini Juventus masih tertahan di posisi keempat klasemen Serie A, tetapi memiliki poin yang sama dengan Roma dan Lazio di bawah mereka sekarang. Sementara Bologna kini menduduki peringkat ketujuh tertinggal satu poin.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
