Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 15.44 WIB

Manchester United Siapkan Manuver Gila di Tengah Krisis: Tawar Dua Bek Inter Milan untuk Manjakan Ruben Amorim

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC) - Image

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC)

JawaPos.com–Situasi genting yang tengah dihadapi Manchester United di musim 2024/25 membuat manajemen klub dikabarkan siap melakukan manuver besar di bursa transfer musim panas nanti. Tak tanggung-tanggung, dua pilar lini belakang Inter Milan, Denzel Dumfries dan Yann Bisseck, masuk dalam radar belanja mereka.

Dikutip dari laporan InterLive.it yang dilansir Sports Mole, The Red Devils siap menggelontorkan dana fantastis sebesar 100 juta Euro atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk mendatangkan dua bek tersebut. Rinciannya, 40 juta untuk Dumfries dan 60 juta untuk Bisseck. Angka ini tentu mencerminkan keseriusan United membenahi skuad yang musim ini tampil di bawah ekspektasi.

Manchester United saat ini terdampar di posisi ke-14 klasemen Premier League dengan raihan 39 poin dari 34 pertandingan. Dengan hanya empat laga tersisa, klub berjuluk Setan Merah itu berpotensi mencatatkan posisi akhir terburuk sepanjang sejarah mereka di Liga Inggris.

Kendati masih memiliki peluang merebut trofi Liga Europa, yang juga membuka jalan ke Liga Champions musim depan, pihak klub tampaknya tidak ingin berjudi dengan masa depan. Perombakan besar sudah dirancang, dan itu termasuk memboyong pemain-pemain yang cocok dengan skema sang pelatih anyar, Ruben Amorim.

Pelatih asal Portugal tersebut diketahui lebih suka menggunakan formasi 3-4-2-1. Untuk itu, keberadaan wing back dan bek tengah yang dinamis menjadi sangat penting.

Denzel Dumfries bukan nama asing dalam sepak bola Eropa. Bek kanan asal Belanda itu telah membuktikan kapasitas sebagai wing back agresif bersama Inter Milan dan tim nasional Belanda. Dalam sistem tiga bek yang biasa digunakan Simone Inzaghi di Inter, Dumfries kerap menjadi pelari utama di sisi kanan, membuka ruang dan membantu serangan.

Sementara itu, Yann Bisseck adalah bek tengah muda yang sedang naik daun. Dengan postur menjulang dan kemampuan duel udara yang baik, Bisseck dinilai cocok sebagai bek tengah sisi kanan dalam formasi tiga bek.

Di usianya yang masih 24 tahun, bek asal Jerman itu dianggap sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Namun, muncul pertanyaan apakah United benar-benar membutuhkan mereka?

Untuk posisi Dumfries, Manchester United saat ini memiliki dua opsi utama di posisi bek kanan Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui. Keduanya memiliki karakter yang cukup mirip dengan Dumfries dan kemungkinan besar salah satunya harus hengkang jika transfer ini terjadi.

Sementara di jantung pertahanan, situasinya tak kalah padat. Nama-nama seperti Lisandro Martinez, Matthijs de Ligt, Leny Yoro, Harry Maguire, hingga Ayden Heaven sudah mengisi daftar bek tengah United. Belum lagi kemungkinan memperpanjang masa tinggal Jonny Evans untuk satu musim lagi.

Namun, kabarnya Lindelof dan Evans akan dilepas pada akhir musim. Ini bisa membuka ruang bagi Bisseck, meski prioritas utama United di lini belakang belum sepenuhnya jelas.

Satu variabel penting yang bisa menggagalkan transfer ganda ini adalah status Manchester United di kompetisi Eropa. Jika gagal meraih tiket ke Liga Champions atau bahkan Liga Europa, peluang mendatangkan pemain sekaliber Dumfries dan Bisseck bisa mengecil.

Para pemain top Eropa tentu lebih memilih klub yang menjanjikan kompetisi kontinental ketimbang tim yang hanya bermain di level domestik. Di sisi lain, United masih punya asa melalui Liga Europa. Jika berhasil menjuarai ajang tersebut, mereka akan lolos otomatis ke Liga Champions musim depan hal yang bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam proses negosiasi transfer.

Selain Dumfries dan Bisseck, Manchester United juga dikaitkan dengan penyerang Wolverhampton Wanderers, Matheus Cunha. Sektor depan memang menjadi prioritas, namun dengan formasi 3-4-2-1 yang digunakan Amorim, memperkuat sisi pertahanan menjadi sama pentingnya.

Sinyal belanja besar-besaran sudah dilemparkan manajemen klub. Beberapa laporan menyebut bahwa Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas yang kini mulai memegang kendali operasional, ingin menanamkan filosofi baru di Old Trafford dimulai dari pembenahan skuad yang lebih selaras dengan ide pelatih.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore