Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 06.53 WIB

Kasus 115 Dakwaan Manchester City Masuki Babak Baru, Anak Asuh Pep Guardiola Dapat Sanksi Berat?

Pelaith Manchester City, Pep Guardiola. (Michael Regan - The FA)

JawaPos.com - Kasus hukum terbesar dalam sejarah Premier League yang melibatkan Manchester City dengan total 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial masih belum menemui titik akhir.

Harapan untuk segera mengetahui hasil dari "pengadilan abad ini" kini harus kembali ditunda. Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa putusan dari persidangan yang telah digelar selama 12 minggu itu kemungkinan besar baru akan diumumkan setelah musim 2024/2025 berakhir.

Ketidakpastian ini tidak hanya menyita perhatian para penggemar The Citizens, tetapi juga menjadi sorotan besar di dunia sepak bola global. Apalagi, konsekuensi dari hasil akhir kasus ini bisa berdampak sangat besar terhadap masa depan klub, termasuk potensi pengurangan poin atau bahkan degradasi dari Premier League.

Kasus ini berawal pada Februari 2023, saat Premier League secara resmi mendakwa Manchester City atas dugaan pelanggaran aturan finansial yang dilakukan sepanjang tahun 2009 hingga 2018. Total ada 115 dakwaan yang dituduhkan kepada klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut, hasil dari investigasi selama empat tahun.

Secara khusus, City dituduh tidak memberikan informasi keuangan secara akurat, termasuk dalam hal pendapatan dari sponsor, pengeluaran operasional, serta gaji pemain dan manajer saat itu, Roberto Mancini. Selain itu, klub juga diduga melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA selama lima tahun sebelum era kepelatihan Pep Guardiola dimulai pada 2016.

Bukan hanya itu, Premier League juga menilai bahwa City tidak sepenuhnya kooperatif dalam proses investigasi yang berlangsung. Meski demikian, pihak klub dengan tegas membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Ini bukan pertama kalinya Manchester City berhadapan dengan sanksi regulasi keuangan. Pada tahun 2014, mereka sempat didenda sebesar GBP 49 juta oleh UEFA atas pelanggaran aturan FFP, meskipun sebagian besar dari denda tersebut — sebesar GBP 32 juta — ditangguhkan. Kemudian, pada Juli 2020, mereka berhasil memenangkan banding atas larangan tampil di Liga Champions selama dua tahun melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sidang atas 115 dakwaan tersebut dimulai pada 16 September 2024 dan berlangsung hingga 6 Desember 2024, bertempat di International Dispute Resolution Centre dekat St Paul's Cathedral, London. Saat ini, komisi independen yang menangani perkara ini masih meninjau semua bukti yang diajukan sebelum mengambil keputusan final.

Awalnya, banyak yang memperkirakan bahwa hasil dari sidang ini akan diumumkan pada musim semi 2025. Bahkan, Pep Guardiola sempat menyatakan pada Februari lalu bahwa klubnya berharap putusan akan keluar dalam waktu satu bulan. Namun, menurut laporan dari The Telegraph, tenggat waktu tersebut tidak pernah secara resmi ditetapkan dan kini keputusan itu diperkirakan akan mundur ke musim panas.

Penundaan ini, menurut laporan tersebut, dianggap wajar dalam dunia hukum, mengingat kompleksitas kasus yang sangat besar, jumlah dakwaan yang luar biasa banyak, serta banyaknya bukti dan saksi yang harus diselidiki. Di sisi lain, tekanan publik dan status Manchester City sebagai juara bertahan Premier League selama empat musim terakhir juga menambah dimensi lain dalam penanganan kasus ini.

Spekulasi pun mulai bermunculan terkait sanksi apa yang akan dijatuhkan jika City terbukti bersalah. Mulai dari denda besar hingga pengurangan poin signifikan — yang bisa menjatuhkan mereka ke zona degradasi. Namun hingga kini, belum ada kepastian apa pun, dan semua pihak masih menanti keputusan akhir yang bisa mengubah peta persaingan sepak bola Inggris.

Sementara itu, di tengah bayang-bayang kasus besar ini, skuad asuhan Guardiola tetap berjuang untuk mengamankan posisi di kompetisi Eropa musim depan. Dengan tujuh pertandingan tersisa, mereka kini duduk di posisi keenam klasemen Premier League, hanya tertinggal satu poin dari Chelsea (peringkat empat) dan Newcastle United (peringkat lima).

Dengan format baru Liga Champions yang memberi jatah lima tempat untuk Premier League, kans mereka masih terbuka lebar. Namun demikian, awan ketidakpastian dari persidangan ini terus membayangi langkah mereka menuju garis finis musim ini.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore