Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 15.16 WIB

Bakal Bangun Stadion Baru, Sir Jim Ratcliffe Ungkap Kondisi Keuangan Manchester United

Pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (Istimewa)

JawaPos.com - Sir Jim Ratcliffe, seorang miliarder dan salah satu pemilik Manchester United, baru-baru ini mengungkapkan kondisi keuangan klub yang mengkhawatirkan. Dalam wawancara dengan berbagai media, Ratcliffe menekankan bahwa tanpa langkah-langkah penghematan biaya yang kontroversial, Manchester United berpotensi kehabisan dana pada akhir tahun 2025.

Pada Desember 2023, Ratcliffe melalui perusahaannya, INEOS, mengakuisisi 25% saham Manchester United, mengambil alih operasi sepak bola dari keluarga Glazer. Investasi ini bernilai sekitar GBP 1,3 miliar, menjadikannya pemegang saham minoritas dengan kendali signifikan atas aspek olahraga klub. Sejak akuisisi tersebut, Ratcliffe menghadapi kritik atas berbagai keputusan sulit yang diambil untuk menstabilkan keuangan klub.

Langkah-langkah penghematan yang diterapkan oleh Ratcliffe mencakup penghapusan makan siang gratis bagi staf, pemutusan hubungan kerja, pengurangan kontribusi tahunan untuk amal yang mendukung mantan pemain, kenaikan harga tiket, serta penghentian kontrak duta besar klub, termasuk Sir Alex Ferguson. Keputusan ini mendapat reaksi keras dari para penggemar yang merasa klub kehilangan nilai-nilai tradisionalnya.

Dalam wawancara dengan BBC Sport, Ratcliffe mengungkapkan bahwa Manchester United akan mengalami krisis keuangan jika tidak segera melakukan perubahan. 

"Manchester United akan kehabisan dana pada akhir 2025 meskipun saya telah menyuntikkan USD 300 juta (GBP 232,7 juta). Tanpa restrukturisasi dan program penghematan, klub ini tidak akan bertahan," ungkapnya.

Ratcliffe menegaskan bahwa dalam tujuh musim terakhir, Manchester United mengalami kerugian finansial yang signifikan. 

"Jika kita menghitung musim ini, klub telah merugi selama tujuh musim berturut-turut, dengan total kehilangan sekitar GBP 330 juta. Pengeluaran operasional dan gaji pemain terus meningkat, sementara pendapatan klub hanya naik sebesar GBP 100 juta dalam periode yang sama. Jika kondisi ini dibiarkan, klub akan berakhir dalam situasi yang lebih buruk."

Selain itu, Ratcliffe mengungkapkan bahwa Manchester United hampir melanggar aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) yang ditetapkan oleh Premier League. Aturan ini melarang klub mengalami kerugian lebih dari GBP 105 juta dalam tiga tahun.

"PSR adalah prinsip yang baik karena memastikan klub hidup sesuai dengan kemampuannya dan tidak bangkrut. Namun, ada banyak variabel yang tidak selalu dapat kita kendalikan, seperti pendapatan dari kompetisi Eropa," jelasnya.

Ratcliffe juga mengakui bahwa perubahan yang dilakukan membawa dampak besar pada performa tim. 

"Kami sedang dalam masa transisi yang penuh tantangan. Ruben Amorim hanya memiliki skuad terbatas, banyak pemain mengalami cedera atau tidak tersedia, sehingga hasil di lapangan belum sesuai harapan."

Meski mendapat banyak kritik, Ratcliffe bersikeras bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk masa depan klub. Menurutnya, Manchester United harus fokus mengalokasikan dana untuk memperkuat tim, bukan sekadar membiayai operasional klub secara berlebihan. 

"Kami ingin berinvestasi pada pemain terbaik di dunia, bukan menghabiskan uang untuk makan siang gratis," tambahnya.

Meskipun kebijakan penghematan ini tidak populer di kalangan penggemar, Ratcliffe optimis bahwa Manchester United akan keluar dari masa sulit ini lebih kuat. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore