Pelatih kepala Fenerbanhce, Jose Mourinho. (Photo by Ali Atmaca Anadolu via Getty Images)
JawaPos.com – Raksasa Liga Turki Fenerbahce mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (28/2) waktu setempat bahwa mereka telah mengajukan gugatan terhadap rivalnya Galatasaray atas tuduhan yang dianggap “serangan terhadap hak bicara" pelatih Jose Mourinho.
Galatasaray telah menuduh Mourinho membuat komentar rasis setelah derby Istanbul pada Selasa (25/2), dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pelatih asal Portugal itu menyebut bangku cadangan lawan "melompat-lompat seperti monyet."
Fenerbahce menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pernyataan yang dikatakan pelatih kepala mereka sengaja membuat analogi di luar konteks dengan menyebutkan hal tersebut.
Mengutip dari ESPN, pada Jumat (28/2) waktu setempat The Yellow Cannaries melangkah lebih jauh terkait pertikaian ini dan mereka telah mengambil jalur hukum dengan menuntut balik Galatasaray untuk mengganti kerugian sekitar sebesar TRY 1,9 juta atau setara Rp 860 juta.
“Kami ingin mengumumkan kepada publik bahwa tuntutan ganti rugi moral sebesar TRY 1 juta 907 ribu telah diajukan terhadap Galatasaray oleh pengacara Fenerbahce karena serangan terhadap hak pribadi pelatih kepala kami Jose Mourinho,” kata Fenerbahce dalam sebuah pernyataan.
Jumlah tuntutan ganti rugi tersebut rupanya merujuk pada Fenerbahce yang didirikan pada 1907, sama dengan angka yang menjadi lambang klub.
Usai derby Istanbul, Galatasaray mengatakan bahwa Mourinho "terus-menerus mengeluarkan pernyataan yang menghina rakyat Turki" dan bermaksud untuk memulai proses pidana terkait "pernyataan rasis" yang dibuat oleh mantan pelatih Manchester United itu.
Federasi Sepak Bola Turki pada Kamis (27/2) lalu memberi sanksi kepada The Special One dengan larangan empat pertandingan serta denda TRY 1,6 juta terkait komentar yang dibuat tentang wasit Turki setelah pertandingan panas tersebut.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Mourinho memuji keputusan dalam pemanggilan wasit asing yang memimpin derby itu, Slavko Vincic dari Slovenia. Pelatih berusia 62 tahun itu memuji wasit tersebut menunjukkan penampilan terbaik dengan keputusan-keputusannya
Mourinho mengatakan dia pergi menemui wasit dan mengucapkan terima kasih setelah pertandingan. Ketika ia melihat wasit keempat, seorang wasit asal Turki, bekas juru taktik di Chelsea itu mengungkapkan: "Jika Anda adalah wasitnya (pada derby Istanbul), akan menjadi bencana."
The Special One memutuskan menukangi Fenerbahce pindah ke Liga Turki dari Roma tahun lalu setelah dianggap gagal mengangkat performa Serigala Ibu Kota di Serie A.
Pria yang juga pernah melatih Real Madrid itu pernah mendapatkan hukuman dengan denda dan skors pada awal musim pertamanya menginjakkan kakinya di Turki karena omelannya terhadap perangkat pertandingan lokal dan liga.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
