Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Februari 2025 | 15.09 WIB

Sir Alex Ferguson, Mantan Manager Manchester United Akui Barcelona 2011 Sebagai Tim Terbaik yang Pernah Dihadapinya

Sir Alex Ferguson mengenang final Liga Champions 2011. (Getty images) - Image

Sir Alex Ferguson mengenang final Liga Champions 2011. (Getty images)

JawaPos.com- Sir Alex Ferguson, mantan manajer legendaris Manchester United, mengungkapkan bahwa tim terbaik yang pernah ia hadapi sepanjang karier kepelatihannya adalah Barcelona asuhan Pep Guardiola pada tahun 2011. Pernyataan ini menegaskan betapa dominannya tim Catalan tersebut dalam kancah sepak bola Eropa.

Sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah sepak bola, Ferguson mencatatkan 49 trofi dalam 36 tahun kariernya. Bersama Manchester United, ia mendominasi sepak bola Inggris, dengan pencapaian fenomenal seperti treble winner pada tahun 1999. Namun, meski telah menghadapi banyak tim hebat sepanjang kariernya, Barcelona 2011 menjadi lawan yang paling sulit ditaklukkan olehnya.

Manchester United dua kali berhadapan dengan Barcelona dalam final Liga Champions dalam rentang tiga tahun. Pertama, pada tahun 2009, Setan Merah harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 2-0. Lalu, pertemuan kedua terjadi pada final Liga Champions 2011 di Wembley, di mana MU kembali mengalami kekalahan, kali ini dengan skor 1-3.

Dalam wawancara dengan France Football, Ferguson menyatakan bahwa tim terbaik yang pernah ia hadapi adalah Barcelona pada final 2011 tersebut.

"Tim yang paling memberi kesan kepada saya adalah Barcelona yang kami hadapi di Wembley pada final Liga Champions 2011. Mereka tidak bisa dihentikan," ujar Ferguson mengenang laga tersebut.

Dalam final tersebut, Barcelona menurunkan skuad terbaiknya yang diperkuat oleh Victor Valdes, Dani Alves, Gerard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal, Sergio Busquets, Xavi, Andres Iniesta, Pedro, David Villa, dan Lionel Messi. Sementara itu, Carles Puyol, Seydou Keita, dan Ibrahim Afellay masuk sebagai pemain pengganti.

Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Barcelona. Mereka mencatatkan 63 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, MU hanya mampu menciptakan empat tembakan, dengan satu yang mengarah ke gawang. Kiper MU, Edwin van der Sar, harus melakukan delapan penyelamatan, sementara Victor Valdes hampir tidak diuji sepanjang laga.

Momen paling ikonik dari pertandingan itu adalah ketika kamera menangkap ekspresi frustrasi Ferguson di bangku cadangan. Ia tampak menggenggam tangan dengan wajah yang menunjukkan ketidakberdayaan, menyadari bahwa timnya benar-benar kewalahan menghadapi tiki-taka Barcelona.

Para pemain Manchester United yang terlibat dalam laga tersebut juga mengakui kehebatan Barcelona. Salah satunya adalah Rio Ferdinand, yang menyatakan bahwa pertandingan itu adalah pengalaman yang sulit dilupakan.

"Saya tidak pernah merasa sehina itu dalam sebuah pertandingan. Barcelona benar-benar membuat kami seperti pemain amatir dengan penguasaan bola mereka yang luar biasa," ujar Ferdinand. 

Kehebatan Barcelona di bawah asuhan Guardiola terbukti dengan pencapaian mereka pada musim 2010/2011. Mereka sukses meraih tiga gelar, yakni La Liga, Liga Champions, dan Supercopa de Espana. Tim ini kemudian melanjutkan dominasinya dengan menambah empat trofi lagi di musim berikutnya.

Banyak pengamat sepak bola menganggap Barcelona 2011 sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah, setara dengan Ajax 1971/1972 dan Real Madrid 1956/1957. Bahkan, Ferguson sendiri tidak ragu menyebut tim tersebut sebagai salah satu yang terhebat dalam sejarah sepak bola.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore