Andre Onana menjadi kiper yang mampu melakukan build-up dengan baik. (X Fabrizio Romano)
JawaPos.com - Penjaga gawang memainkan peran penting dalam sepak bola, sering kali menjadi garis pertahanan terakhir. Tidak seperti pemain outfield, mereka membutuhkan pelatihan khusus yang berfokus pada refleks, kelincahan, kekuatan, dan ketahanan mental. Program latihan yang terstruktur dengan baik memastikan penjaga gawang siap menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Beberapa hal perlu menjadi latihan yang menjadi penting, karena di era sepak bola modern saat ini, penjaga gawang dituntut untuk menjadi seseorang yang kreatif, memiliki visi, dan punya kemampuan komunikasi yang baik untuk membantu tim menjadi lebih solid dalam sebuah pertandingan.
Melatih kelincahan seorang kiper dapat dimulai dengan bergerak cepat melintasi gawang sangatlah penting. Latihan tangga, latihan kerucut, dan gerakan lateral berulang dapat meningkatkan kecepatan dan posisi kaki. Berlatih gerakan yang tajam memastikan penjaga gawang dapat melindungi gawang mereka secara efisien.
Teknik lompat dan mendarat juga penting bagi seorang kiper, karena dapat mengurangi risiko cedera yang didapat. Latihan progresif dapat dimulai dengan menjatuhkan badan dengan intensitas rendah sebelum melanjutkan ke penyelamatan dengan ekstensi penuh. Ini dapat membantu membangun kepercayaan diri dan keterampilan dalam menghentikan tembakan yang sulit.
Setelah melakukan latihan yang baik dalam lompat dan mendarat ketika menyelamatkan gawang, maka seorang kiper perlu melatih hal yang paling penting dalam menjaga gawang. Ialah berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan. Latihan harus melibatkan skenario permainan nyata di mana penjaga gawang belajar untuk menutup sudut, membaca gerakan penyerang, dan mengatur waktu penyelaman mereka dengan benar.
Hal ini dapat dilihat dari kiper-kiper seperti Manuel Neuer, David de Gea, Jan Oblak, dan Andriy Lunin, dalam melakukan penyelamatan krusial ketika melakukan satu lawan satu dengan pemain lawan. Insting dan latihan yang bertahun-tahun untuk membuat mereka semakin percaya diri ketika berada di sebuah laga, khususnya laga penting.
Kemudian, menjadi seorang pemain berposisi penjaga gawang dituntut memiliki tinggi badan di atas rata-rata. Hal ini dikarenakan, penjaga gawang diminta untuk dapat memotong umpan silang atas dari lawan. Latihan menangkap, memukul, dan membaca bola atas menjadi penting bagi seorang kiper.
Latihan harus fokus pada posisi, waktu lompatan, dan teknik tangan yang tepat. Menggunakan manekin yang lebih tinggi atau pemain sungguhan dalam latihan crossing meniru kondisi pertandingan dan meningkatkan kemampuan di udara. Kiper-kiper seperti Thibaut Courtouis, Edwin Van der Sar, dan Kjell Scherpen, memiliki tubuh tinggi menjulang yang menunjang kemampuan tersebut.
Latihan kekuatan juga harus menjadi fokus penjaga gawang. Latihan ini akan meningkatkan kemampuan penjaga gawang untuk menahan tantangan fisik. Fokus pada kekuatan kaki (squat, lunge), stabilitas core (plank dan lemparan bola), dan kekuatan tubuh bagian atas (push-up, latihan resistance band) memastikan penjaga gawang tetap kuat di gawang.
Latihan kekuatan ini dapat membantu jangkauan lompatan yang dilakukan oleh seorang penjaga gawang dan ketika tim membutuhkan permainan cepat untuk melakukan counter attack dari skema tendangan pojok. Lemparan jauh yang dihasilkan dari terlatihnya otot core tubuh dapat membantu sebuah tim menciptakan peluang.
Kemudian, latihan menjadi pemain dan lebih komunikatif. Penjaga gawang harus vokal dan memimpin lini pertahanan. Latihan harus menekankan komunikasi yang jelas dan ringkas dengan para pemain bertahan. Latihan bermain peran di mana penjaga gawang mengarahkan rekan setimnya selama latihan pertahanan akan meningkatkan kepemimpinan dan organisasi dari sebuah pertahanan.
Ada juga kemampuan yang saat ini menjadi bagian penting di sepak bola modern, menjadi penjaga gawang yang mampu melakukan distribusi bola secara efektif. Dapat dibilang dengan istilah build-up yang dilakukan dari lini belakang. Maka, seorang penjaga gawang perlu melatih kemampuan distribusi bolanya.
Penjaga gawang modern harus mahir dalam mendistribusikan bola secara akurat. Latihan harus mencakup teknik lemparan, tendangan jarak jauh, dan operan yang tepat kepada rekan setim. Latihan yang melibatkan distribusi pendek dan panjang di bawah tekanan membantu penjaga gawang meningkatkan akurasi operan mereka.
Nama-nama seperti Andre Onana, Allison Becker, Matej Kovar, Dean Henderson, Jordan Pickford, Mike Maignan, dan David Raya masuk dalam deretan penjaga gawang yang saat ini memiliki kemampuan yang dibutuhkan sepak bola modern. Meskipun mendapatkan pro dan kontra dari pencinta sepak bola, tetapi kemampuan ini dibutuhkan dalam sebuah tim.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
