Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 17.50 WIB

Jordi Alba Ungkap Penyebab Dirinya Menangis di Anfield Saat Barcelona Kalah Lawan Liverpool 6 Tahun Lalu

Mantan pemain Barcelona Jordi Alba. (Instagram/@jordialbaoficial) 

JawaPos.com- Mantan bintang Barcelona, Jordi Alba mengenang kembali saat timnya kalah secara menyakitkan di semifinal Liga Champions 2019 melawan Liverpool. Barcelona cukup percaya diri kala itu untuk menghadapi laga leg kedua karena sudah unggul 3-0 di Camp Nou. 

Keyakinan Barcelona untuk menang dan lolos ke final sangat tinggi karena Liverpool harus bermain tanpa dua pemain andalannya yaitu Mohamed Salah dan Roberto Firmino yang cedera. Namun, jalannya pertandingan justru berlangsung tidak terduga setelah Divock Origi mampu mencetak gol di menit awal babak pertama. 

Publik Anfield makin bergemuruh saat Georginio Wijnaldum mencetak dua gol cepat di awal babak kedua dan membuat agregat menjadi 3-3. Harapan Barcelona untuk lolos ke final makin tertutup saat tendangan sudut cepat dan ikonik dari Trent Alexander Arnold membuat Divock Origi mencetak gol keduanya untuk membuat Liverpool lolos ke final dan menjadi juara Liga Champions 2019.

Usai laga, beberapa rekaman di ruang ganti memperlihatkan para pemain Barcelona saling menyalahkan dan seakan tidak percaya dengan hasil pertandingan. Bahkan, Jordi Alba menangis di pertandingan tersebut. 

Setelah enam tahun, Jordi Alba akhirnya berkomentar tentang apa yang membuatnya menangis setelah kekalahan di laga melawan The Reds. "Itu karena saya tidak merasa sehat. Ada fase di babak pertama ketika saya merasa tidak enak badan. Saya menangis," ucapnya saat diundang di podcast Offsiders yang mengutip dari Liverpool.com, Sabtu (25/1). 

Pemain asal Spanyol itu memang mengakui penampilannya tidak terlalu bagus sehingga Barcelona harus menelan kekalahan. "Permainan saya tidak bagus, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus berusaha memberikan segalanya, terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai harapan," lanjut Jordi Alba. 

Penyesalannya dalam laga melawan Liverpool juga bermula dari kesalahannya saat gol pertama yang dicetak Divock Origi. "Saya bermain buruk, saya tidak akan berbohong kepada Anda, tetapi ini adalah pertandingan yang tidak Anda duga, yang mengejutkan Anda. Selain itu, gol pertama adalah umpan balik yang saya berikan tetapi tidak berjalan dengan baik."

Kekalahan Barcelona di Anfield dianggap Jordi Alba sebagai pertandingan yang buruk dibandingkan saat mereka dihajar Bayern Munchen 2-8 di Liga Champions 2020. "Itu adalah malam yang mengerikan, bagi saya itu lebih buruk daripada skor 2-8 [melawan Bayern Munchen pada tahun 2020]. Saya mengalami saat-saat yang sangat buruk karena pertandingan berjalan sesuai rencana, bahkan di sana kami memiliki banyak peluang, tetapi hasilnya seperti itu. Bagi saya itu adalah malam yang paling sulit," ujar pemain yang kini bermain di Inter Miami tersebut. 

Pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu punya karir yang gemilang bersama Barcelona. Melansir Transfermarkt, beberapa gelar yang diraih Jordi Alba adalah satu Liga Champions di tahun 2015, enam trofi Liga Spanyol dan masih banyak lagi. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore