Mantan pemain Barcelona Jordi Alba. (Instagram/@jordialbaoficial)
JawaPos.com- Mantan bintang Barcelona, Jordi Alba mengenang kembali saat timnya kalah secara menyakitkan di semifinal Liga Champions 2019 melawan Liverpool. Barcelona cukup percaya diri kala itu untuk menghadapi laga leg kedua karena sudah unggul 3-0 di Camp Nou.
Keyakinan Barcelona untuk menang dan lolos ke final sangat tinggi karena Liverpool harus bermain tanpa dua pemain andalannya yaitu Mohamed Salah dan Roberto Firmino yang cedera. Namun, jalannya pertandingan justru berlangsung tidak terduga setelah Divock Origi mampu mencetak gol di menit awal babak pertama.
Publik Anfield makin bergemuruh saat Georginio Wijnaldum mencetak dua gol cepat di awal babak kedua dan membuat agregat menjadi 3-3. Harapan Barcelona untuk lolos ke final makin tertutup saat tendangan sudut cepat dan ikonik dari Trent Alexander Arnold membuat Divock Origi mencetak gol keduanya untuk membuat Liverpool lolos ke final dan menjadi juara Liga Champions 2019.
Usai laga, beberapa rekaman di ruang ganti memperlihatkan para pemain Barcelona saling menyalahkan dan seakan tidak percaya dengan hasil pertandingan. Bahkan, Jordi Alba menangis di pertandingan tersebut.
Baca Juga: KPK Beberkan 10 Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah Skor SPI Terbaik 2024, Ini Daftarnya
Setelah enam tahun, Jordi Alba akhirnya berkomentar tentang apa yang membuatnya menangis setelah kekalahan di laga melawan The Reds. "Itu karena saya tidak merasa sehat. Ada fase di babak pertama ketika saya merasa tidak enak badan. Saya menangis," ucapnya saat diundang di podcast Offsiders yang mengutip dari Liverpool.com, Sabtu (25/1).
Pemain asal Spanyol itu memang mengakui penampilannya tidak terlalu bagus sehingga Barcelona harus menelan kekalahan. "Permainan saya tidak bagus, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus berusaha memberikan segalanya, terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai harapan," lanjut Jordi Alba.
Penyesalannya dalam laga melawan Liverpool juga bermula dari kesalahannya saat gol pertama yang dicetak Divock Origi. "Saya bermain buruk, saya tidak akan berbohong kepada Anda, tetapi ini adalah pertandingan yang tidak Anda duga, yang mengejutkan Anda. Selain itu, gol pertama adalah umpan balik yang saya berikan tetapi tidak berjalan dengan baik."
Kekalahan Barcelona di Anfield dianggap Jordi Alba sebagai pertandingan yang buruk dibandingkan saat mereka dihajar Bayern Munchen 2-8 di Liga Champions 2020. "Itu adalah malam yang mengerikan, bagi saya itu lebih buruk daripada skor 2-8 [melawan Bayern Munchen pada tahun 2020]. Saya mengalami saat-saat yang sangat buruk karena pertandingan berjalan sesuai rencana, bahkan di sana kami memiliki banyak peluang, tetapi hasilnya seperti itu. Bagi saya itu adalah malam yang paling sulit," ujar pemain yang kini bermain di Inter Miami tersebut.
Pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu punya karir yang gemilang bersama Barcelona. Melansir Transfermarkt, beberapa gelar yang diraih Jordi Alba adalah satu Liga Champions di tahun 2015, enam trofi Liga Spanyol dan masih banyak lagi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
