Pau Victor (kiri) salah satu pemain Barcelona yang dapat didaftarkan ke La Liga. Kebijakan ini mengundang reaksi keras. (Imago)
JawaPos.com - Upaya Barcelona untuk mendaftarkan Dani Olmo dan Pau Victor akhirnya membuahkan hasil. Kedua pemain kini sudah terdaftar di laman resmi La Liga setelah campur tangan pemerintah.
Sejak menggaet Dani Olmo dan Pau Victor awal musim ini, Barcelona kesulitan mendaftarkan mereka. Beberapa kali pula upaya manajemen ditolak La Liga dan federasi.
Sampai tenggat waktu yang ditentukan pun, La Liga tidak mengabulkan permohonan Barca agar Dani Olmo dan Pau Victor bisa bermain.
Baik federasi maupun liga sudah mengumumkan kedua pemain tersebut tak bisa memperkuat klub Catalunya musim ini. Kondisi itu bisa membuat mereka pindah secara gratis Januari ini.
Akan tetapi, pihak klub tidak kehabisan akal. Mereka mengajukan banding ke Dewan Olahraga Tinggi (CSD). Dalam waktu singkat, Olmo dan Victor langsung terdaftar di La Liga.
Sejatinya keputusan CSD ini bersifat sementara. Status kedua pemain tersebut hanya berlaku selama tiga bulan.
Keberhasilan Barcelona ini mendapat tanggapan keras dari beberapa klub. Salah satunya Atletico Madrid yang bersuara lantang. Mereka menyebut keputusan CSD melanggar Undang-Undang Olahraga.
“Atletico Madrid menunjukkan keprihatian yang mendalam tentang situasi yang terjadi di sepak bola Spanyol setelah resolusi oleh Dewan Olahraga Tinggi. Kami yakin keputusan ini membahayakan sistem, mempertanyakan aturan permainan,” demikian pertanyaan klub.
“Undang-Undang Olahraga itu mencakup dan melindungi kendali ekonomi La Liga. Namun, dengan resolusi ini, kendali tersebut terancam,” sambung klub berjuluk Los Rojiblancos tersebut.
Lebih lanjut, klub yang dilatih Diego Simeone ini mengungkapkan bahwa keputusan CSD menyakiti semua klub Spanyol yang selama ini mematuhi peraturan. Menurut mereka, kebijakan ini juga akan menciptakan preseden berbahaya di masa depan.
“Klub kami, seperti semua anggota La Liga, hingga resolusi ini telah mematuhi aturan pengendalian ekonomi dan akan terus menghormatinya,” lanjut Atletico Madrid.
“Intervensi pemerintah ini menciptakan preseden yang sangat berbahaya karena membuka peluang untuk melanggar aturan dan membuat kesalahan serius. Tanpa aturan yang jelas dan setara untuk semua, tidak mungkin ada persaingan yang adil,” tutup Atletico.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
