
PERGI: Mauricio Pochettino resmi pergi dari Chelsea meskipun berhasil bawa Chelsea ke peringkat ke-6 di Liga Inggris musim ini. (Instagram Mauricio Pochettino)
JawaPos.com — Mauricio Pochettino, pelatih asal Argentina yang dikenal dengan rekam jejaknya yang impresif di dunia sepak bola, menutup musim 2023/24 dengan membawa Chelsea ke peringkat keenam Liga Inggris.
Prestasi ini diraih di tengah kondisi tim yang penuh tantangan, termasuk cedera pemain yang berkepanjangan dan performa awal musim yang mengecewakan. Namun, dengan kegigihan dan keahliannya, Pochettino berhasil membalikkan keadaan, membuktikan bahwa ia masih merupakan salah satu manajer terbaik di liga ini.
Pochettino mengawali karier sepak bolanya di Newell’s Old Boys, Argentina, sebelum pindah ke Espanyol di Spanyol pada awal musim 1994/95. Di Espanyol, ia menjadi andalan di lini pertahanan dan membantu tim meraih dua gelar Copa del Rey.
Pada tahun 2001, ia bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) dan kemudian mewakili Argentina di Piala Dunia FIFA 2002. Setelah menjalani masa singkat di Bordeaux, Pochettino kembali ke Espanyol pada tahun 2004 dan mengakhiri karier bermainnya di sana dengan lebih dari 300 penampilan.
Pochettino memulai karier kepelatihannya di Espanyol, mengambil alih sebagai pelatih pada Januari 2009 ketika tim berada di urutan ketiga dari bawah di La Liga. Di bawah arahannya, Espanyol finis di posisi ke-10 pada musim tersebut dan terus menunjukkan peningkatan dengan finis di posisi ke-11 dan ke-8 dalam dua musim berikutnya.
Meskipun nyaris mendapatkan tempat di UEFA Europa League pada musim 2010/11, Pochettino akhirnya meninggalkan klub beberapa bulan memasuki musim 2012/13.
Pada Januari 2013, Pochettino menerima tawaran untuk melatih Southampton di Premier League. Dalam paruh kedua musim 2012/13, Southampton mencatat kemenangan impresif atas juara bertahan Manchester City, Liverpool, dan Chelsea.
Musim berikutnya, Southampton mencatatkan finish terbaik mereka dengan berada di posisi kedelapan, pencapaian tertinggi mereka di Premier League pada waktu itu.
Baca Juga: Rupiah Melemah Mendekati Rp 16.000 Per Dolar AS, Bos BI Bilang Enggak Usah Kaget dan Bingung
Kesuksesan di Southampton membuat Tottenham Hotspur tertarik untuk meminangnya sebagai pelatih kepala untuk musim 2014/15. Pada musim pertamanya, Pochettino membawa Spurs finis di posisi kelima.
Musim berikutnya, Spurs menjadi pesaing utama Leicester City dalam perebutan gelar juara dan akhirnya finis di posisi ketiga, membawa mereka kembali ke UEFA Champions League setelah lima tahun absen. Pochettino kemudian menandatangani kontrak lima tahun baru pada Mei 2016, dengan gelar resminya berubah menjadi manajer.
Di bawah kepemimpinannya, Spurs terus menunjukkan peningkatan, dengan finis di posisi kedua dan ketiga dalam dua musim berikutnya serta mencapai babak 16 besar UEFA Champions League pada musim 2017/18. Pada Mei 2018, ia kembali diberi kontrak lima tahun sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.
Musim 2018/19 menjadi salah satu pencapaian terbesar Pochettino dengan membawa Spurs ke final UEFA Champions League untuk pertama kalinya setelah comeback dramatis melawan Ajax di semifinal.
Namun, mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Liverpool. Awal buruk di Premier League musim 2019/20 membuat Pochettino harus meninggalkan Spurs pada November 2019.
Setelah menjalani masa sebagai pelatih di PSG, Pochettino kembali ke Premier League dengan mengambil alih Chelsea pada musim 2023/24. Chelsea mengalami awal musim yang sulit, termasuk kekalahan 2-0 dari Everton pada 10 Desember yang membuat mereka berada di posisi ke-13 dengan 19 poin dari 16 pertandingan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
