
Ken Herez menjadi satu-satunya pendatang yang dipercaya menjadi supervisor di Coventry City.
Ken Herez adalah orang Indonesia pertama yang bekerja di klub peserta Championship (kompetisi kasta kedua Liga Inggris) Coventry City FC. Selain itu, dia juga bekerja di Tonsser, sebuah aplikasi grassroots football, yang telah dipakai di beberapa negara di Eropa.
TAUFIQ ARDYANSYAH-ALI MAHRUS
Senang dan bangga. Ya, itulah perasaan Ken Herez tentang pengalamannya bisa bekerja di dunia sepak bola Inggris. Salah satu kiblat sepak bola dunia.
Cerita itu dimulai pada Juli 2022. Tepatnya setelah dia selesai menempuh pendidikan international business management di Coventry University. Karirnya di persepakbolaan Inggris dimulai dengan peran sebagai matchday steward di The Sky Blues -julukan Coventry City FC. Dalam peran itu, pemuda berusia 23 tahun itu bertugas untuk mengontrol crowd penonton dan mengendalikan tiket akses stadion.
Dia juga menangani konflik dan menjadi pusat komunikasi antara penonton dengan pihak terkait. Selain itu, matchday steward juga memiliki tugas untuk memastikan stadion dalam kondisi baik untuk dipakai acara selanjutnya. Peran ini dijalani selama setahun dua bulan atau sampai Agustus 2023. “Jadi memang saya mengawali dari bawah,” ujarnya.
Setelah itu, Ken Herez pindah tugas sebagai hospitality staff di klub yang berdiri pada 13 Agustus 1883 tersebut. Tugasnya adalah memberikan panduan fasilitas dan jalannya acara kepada tamu VIP. Juga, menanggapi permintaan khusus tamu dengan efisien. Tugas ini dijalani selama sepuluh bulan. Tepatnya pada Agustus 2023-April 2024.
Saat menjalani tugas sebagai hospitality staff di klub Coventry City FC, Ken Herez juga beberapa kali dipilih sebagai staf tambahan di klub sesama kontestan Championship, Stoke City. Tepatnya sebagai matchday steward. Peran itu dia jalani pada periode Agustus-Oktober 2023. Pada periode itu, juga juga beberapa kali menjadi matchday steward di klub peserta League 2 Wrexham Association FC.
Pada Januari 2024, Ken Herez menjalani tantangan baru. Dia bekerja sebagai creative marketing di Tonsser. Di Tonsser, putra pertama pasangan Resti Nendia dan Heru Pujihartono (owner Nendia Primarasa dan mantan manajer Bhayangkara FC U-20) itu mendapatkan banyak pengalaman baru. Antara lain metode dalam melihat potensi pesepak bola berbakat sejak usia dini.
"Kalau para pencari bakat dalam 10-20 tahun lalu melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk mendapatkan bakat-bakat terpendam. Di era digital sekarang ini, kita menggunakan database statistik. Tonsser juga menjelaskan secara detail tentang riwayat cedera pemain, tinggi badan, hingga tinggi badan orang tua," jelasnya.
Penggemar berat Lionel Messi ini menerangkan, data itu diisi langsung oleh para pemain akademi sepak bola setiap awal musim. "Mereka mengisi formulir. Termasuk mengisi jarak rumahnya dengan akademi. Dan, data itu terus di-update dalam setiap sesi latihan pertama pada awal musim," beber dia.
Pemain top dunia yang datanya te-record dalam aplikasi tersebut adalah penyerang Manchester City Erling Haaland. Ken mengungkapkan, penyerang tim nasional Norwegia itu menggunakan aplikasi Tonsser jauh sebelum masuk akademi profesional.
"Waktu itu, dia menggunakan aplikasi sebelum memiliki tanda tangan profesional. Lalu, dia ikut trial dan melanjutkan karir sebagai pesepak bola profesional," ucap Ken Herez.
Nah, Ken Herez punya peran dalam upaya melahirkan bakat-bakat top Eropa. Sebab, sebagai creative marketing Tonsser, tugasnya adalah mengoleksi foto dan video pemain-pemain level grassroots. Dia juga bertugas untuk mengirimkan data pemain ke scouter.
"Saya juga membangun relasi antara pemain sepak bola dengan tim internal dan partnersip. Saya juga meng-edit foto dan video untuk kebutuhan sosial media. Dan, memberikan ide kerja sama untuk marketing campaign," jelasnya.
Dan mulai 1 April lusa, Ken Herez harus lebih pintar-pintar membagi konsetrasi. Sebab, di Coventry City FC, dia naik pangkat sebagai supervisor. Dalam jabatan barunya itu, dia bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh personel di lapangan dan memberian arahan tugas yang yang harus dilakukan para staf.
Dia juga harus menulis laporan pra dan pascapertandingan terkait detail kejadian selama pertandingan. Juga, memonitor pelaksanaan tugas dan memberikan feedback secara berkala untuk meningkatkan kinerja.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
