Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 01.30 WIB

Manchester City vs Chelsea: Memanaskan Insiden Jabat Tangan

Pep Guardiola mencoba memperbaiki catatan buruknya melawan Tottenham dengan total 19 gol kebobolan.  Sumber foto: (akun X (@idextratime),) - Image

Pep Guardiola mencoba memperbaiki catatan buruknya melawan Tottenham dengan total 19 gol kebobolan. Sumber foto: (akun X (@idextratime),)

JawaPos.com – Premier League tidak pernah kehabisan hiburan intrik antar pelatih. Di saat perseteruan antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho berakhir tiga musim lalu, muncullah intrik antara Pep dan Jurgen Klopp.

Musim ini, ketika era Klopp bersama Liverpool FC sudah menuju titik akhir, ganti intrik antara Pep dan Mauricio Pochettino yang jadi pemanas persaingan klub-klub elite Premier League.

Terlebih setelah ”insiden jabat tangan” yang terjadi di Stamford Bridge, London, 13 November tahun lalu.

Ketika itu Pep membawa Manchester City mengimbangi Chelsea 4-4. Poche, sapaan akrab Pochettino, yang berada di belakang kemudi taktik Chelsea memilih ngeloyor masuk ke ruang ganti mengejar wasit ketika Pep sudah mendekatinya untuk bersalaman. Meski pada akhirnya Poche meminta maaf, insiden itu bisa jadi pemanas duel di Etihad Stadium, Manchester, dini hari nanti WIB.

Latar belakang Pep dan Poche yang sudah membangun rivalitas keduanya dari derbi Barceloni bisa jadi pemantiknya. Pep kali pertama bertemu Poche saat masih menukangi FC Barcelona. Sementara itu, Poche menukangi RCD Espanyol.

Poche saat konferensi pers di London Cobham, kamp latihan Chelsea, tadi malam WIB pun mengungkit kembali insiden tersebut. ”Apakah aku menyukainya (Pep)? Tentu saja. Besok (dini hari nanti WIB) itu tidak akan terjadi lagi,” kata Poche dilansir di laman resmi klub.

”Aku melakukannya (tidak menjabat tangan Pep) karena saat itu aku marah kepada wasit,” sambung Poche mencoba meluruskan insiden yang terjadi di antara dirinya dan Sang Filsuf, julukan Pep.

Intensitas laga ini pun sudah pasti bisa lebih ketat ketimbang di Stamford Bridge. Poche pun berhasrat meneruskan streak kemenangan The Blues, julukan Chelsea. Sebab, klub tersebut 100 persen menang dalam dua laga terakhir.

Streak itu belum pernah terjadi dengan Chelsea sejak 2024. Poche tidak peduli dengan rekor buruknya saat bertemu Pep. Dia pun mengakui Pep pelatih hebat. ”Lagian, yang rekornya buruk (melawan Pep) bukan hanya aku kan,” sebut pelatih berkebangsaan Argentina itu.

Jika ditarik ke belakang, saling sindir Pep dan Poche sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Terutama ketika sama-sama menukangi klub tanah Inggris. Saat menukangi Tottenham Hotspur, Poche jengkel dengan sindiran Pep yang menyebut Spurs ketika itu sebagai ”Tim Harry Kane”.

Tetapi, setelah Poche tidak terima dengan sindiran itu, Pep buru-buru meminta maaf kepada Poche atas ucapannya tersebut. Latar belakang intriknya di pinggir lapangan dengan Poche itu coba dipinggirkan Pep.

Terutama saat dia sekarang menukangi City yang sedang memburu posisi pucuk klasemen Premier League. Saat ini puncak klasemen masih dikuasai Liverpool FC. Karena itu, Pep tidak begitu memikirkan rivalitasnya dengan Poche.

Terlebih dengan ”insiden jabat tangan”. Dalam laman resmi klub, Pep ingin lebih fokus ke permainan anak asuhnya. Bukan hal-hal di luar teknis. ”Kami hanya ingin fokus memenangi laga,” harap Pep. (ren/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore