
DAMPAK POSITIF: Manuchekhr Dzhalilov tetap di bawah ke Qatar oleh Pelatih Tajikistan Petar Segrt untuk memberikan motivasi kepada tim. (Instagram Manuchekhr Dzhalilov)
JawaPos.com - Pada Piala Asia 2023, sebuah kisah pahit dan kemenangan epik terukir dalam perjalanan Timnas Tajikistan. Mantan pemain Persebaya Surabaya, Manuchekhr Dzhalilov, harus dicoret dari skuad karena berjuang melawan kanker.
Meski kehilangan salah satu andalannya, Tajikistan berhasil melaju ke babak 8 besar dengan mengalahkan Uni Emirate Arab melalui adu penalti. Inilah kisah perjalanan dramatis yang membuat mata dunia tertuju pada tim debutan ini.
Manuchekhr Dzhalilov, pemain yang pernah mengenakan seragam Green Force pada 2019, harus menghadapi kenyataan pahit saat sedang berjuang bersama timnasnya di Piala Asia 2023. Kanker menjadi lawan yang tak terduga, memaksa Pelatih Petar Segrt untuk mengambil keputusan sulit, mencoret top skor sepanjang sejarah Tajikistan tersebut.
"Dia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Tajikistan dan striker terbaik kami, jadi tentu saja kami merindukannya, tapi baginya ini bukan pembahasan soal bermain atau tidak, ini adalah kisah hidup dan mati, dan saya mendoakan dia hidup bahagia," ujar Petar Segrt, pelatih Tajikistan dilansir dari laman resmi AFC.
Namun, kehadiran Manuchekhr Dzhalilov di Qatar tetap memberikan inspirasi bagi rekan-rekannya. Meskipun tidak bisa bermain, kehadirannya di sana diharapkan dapat memberikan dampak positif secara langsung pada semangat dan motivasi tim. Petar Segrt yakin bahwa Manuchekhr Dzhalilov, kendati harus berjuang melawan kanker, menjadi sumber motivasi bagi tim.
"Dia bersama kami di sini, kami senang memilikinya dan itu adalah motivasi bagus bagi kami. Saya yakin Manuchekhr Dzhalilov adalah orang paling bahagia di dunia karena bisa bersama kami dan tetap hidup untuk menyaksikan momen ini," terangnya.
Sementara itu, dalam perjalanan Tajikistan di Piala Asia 2023, mereka tergabung dalam Grup A bersama Qatar, Tiongkok, dan Lebanon. Meski kehilangan Manuchekhr Dzhalilov, mereka berhasil meraih 4 poin, menempati posisi kedua dalam klasemen Grup A.
Dalam babak 16 besar, Tajikistan berhadapan dengan Uni Emirate Arab di Stadion Ahmed bin Ali pada Minggu, (28/1). Tajikistan berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh V Khanonov membuat Tajikistan unggul 1-0 hingga akhir babak pertama.
Namun, keberuntungan tidak sepenuhnya berpihak kepada Tajikistan. Pada menit ke-90+5, tandukan K Al Hammadi dari Uni Emirate Arab menyamakan skor menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga akhir waktu reguler dan babak tambahan tanpa ada tambahan gol.
Lalu tibalah saat adu penalti. Tajikistan berhasil mengalahkan Uni Emirate Arab dengan skor 5-3. Gol-gol dari Nazarov, Khanonov, Panjshanbe, Rustam, dan Shukurov menjadi penentu kemenangan, membawa Tajikistan melangkah ke babak 8 besar.
Tajikistan, sebagai debutan di Piala Asia 2023, terus mencetak sejarah. Meskipun harus melewati liku-liku sulit, keberhasilan mereka melaju ke babak 8 besar menjadi bukti bahwa kekuatan tim bukan hanya terletak pada satu pemain. Keberanian dan semangat juang tim menjadi kunci kemenangan, bahkan tanpa kehadiran Dzhalilov di lapangan.
Dengan mengeksplorasi kisah ini, kita dapat melihat bahwa sepak bola tidak hanya tentang skor dan kemenangan, tetapi juga tentang kemanusiaan, keberanian, dan semangat juang. Manuchekhr Dzhalilov, walaupun harus berjuang melawan kanker, tetap memberikan kontribusi positif bagi timnya.
Begitu pula dengan perjuangan Tajikistan, yang meskipun tergolong sebagai tim debutan, mampu menorehkan prestasi gemilang.
Kisah perjalanan Tajikistan di Piala Asia 2023 menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kehadiran mantan pemain Persebaya Surabaya, Manuchekhr Dzhalilov, yang harus menghadapi cobaan berat, memberikan gambaran bahwa sepak bola bukan hanya pertandingan di lapangan, tetapi juga perjalanan hidup yang penuh liku-liku. Dengan semangat juang dan tekad, Tajikistan melangkah maju, membuktikan bahwa kemenangan bukan hanya soal gol, tetapi juga tentang kekuatan batin dan tekad yang menggerakkan hati pemain dan pendukungnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
