
Bruno Tabata mendapat hukuman skorsing empat bulan dari CONMEBOL akibat dugaan rasisme saat Palmeiras menghadapi Cerro Porteno di ajang Libertadores. (Instagram/@brunotabata)
JawaPos.com – Gelandang Palmeiras, Bruno Tabata, diskors selama empat bulan oleh CONMEBOL atas dugaan rasisme kepada klub Cerro Porteno.
Tabata mengklaim bahwa sebenarnya dirinya adalah korban dari pelecehan dan klubnya akan melakukan banding atas keputusan tersebut.
CONMEBOL menyebut bahwa pemain Brasil itu telah melakukan perilaku yang tidak sportif atas pertandingan Palmeiras versus Cerro Porteno.
Palmeiras telah mengumpulkan bukti-bukti video untuk membela Bruno Tabata dan mereka akan melakukan upaya banding atas hukuman yang diterima pemainnya itu.
"Benar-benar keliru, saya dikecam oleh Cerro Porteno karena membuat isyarat rasis kepada para suporter di pertandingan tandang Libertadores, tindakan yang sama sekali tidak saya lakukan," ucap Tabata dalam sebuah video yang dikirim ke CONMEBOL.
"Apa yang sebenarnya terjadi adalah saya mendengar para penggemar meneriakkan 'monos' (monyet) kepada para pemain yang berada di lapangan, dekat tribun utara. Kami tidak mengerti apa yang terjadi dan kami tidak berbicara bahasa Spanyol," sambungnya.
"Saat kami mengerti, saya bertanya kepada mereka kembali, apakah mereka menyebut kami monyet? Saya mengecam rasisme yang dilakukan oleh fans mereka, karena mereka yang seharusnya bertanggungjawab, bukan kami," ungkapnya.
Dalam sebuah postingan video yang diunggah oleh media lokal Globo Ge, seorang penggemar Porteno merekam dirinya ketika menyebut pemain Palmeiras ‘monyet’ serta meneriakkan hinaan lainnya.
CONMEBOL akhirnya mendenda klub Cerro Porteno sebesar USD 100.000 (Rp 1,5 miliar) dan memerintahkan penutupan sebagian stadion tribun utara dengan spanduk yang bertuliskan ‘Basta de racismo’ (hentikan rasisme).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
