Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2023 | 17.27 WIB

Dampak Bek Mahal pada Prestasi Klub  

Josko Gvardiol dikabarkan menjalin kesepakatan pribadi dengan Manchester City. Namun, RB Leipzig tak mau melepasnya dengan harga di bawah 100 juta euro.

JawaPos.com – Manchester City tidak pernah berhenti menempatkan bek-beknya jadi pemain belakang termahal dunia. Seperti ketika City mendatangkan Aymeric Laporte (2017–2018) dan Ruben Dias (2020–2021).

Laporte didatangkan dari Athletic Bilbao dengan fee senilai EUR 65 juta (Rp 1,06 triliun). Lalu Ruben EUR 71,6 juta (Rp 1,16 triliun) dari SL Benfica. Dan, musim panas ini, ganti bek RB Leipzig Josko Gvardiol yang jadi target City.

The Cityzens –julukan City– bahkan disebut siap menjadikan Gvardiol bek paling mahal sepanjang sejarah. Laporan Sky Germany menyebut, tawaran seharga EUR 90 juta (Rp 1,47 triliun) belum termasuk bonus sudah dikirimkan pihak City.

Jika Leipzig sepakat, Gvardiol akan melebihi harga Harry Maguire ketika dijadikan sebagai bek termahal Manchester United dengan angka EUR 87 juta (Rp 1,42 triliun) pada musim panas 2019 lalu.

’’Dia (Gvardiol, Red) bek muda yang terbaik di dunia,’’ sebut gelandang City musim 2011–2012 Owen Hargreaves seperti dikutip dari laman Football London. Dia pun menganggap Gvardiol sebagai penerus tren sukses Laporte dan Dias.

Saat kali pertama datang ke City, keduanya selalu sukses memenangi gelar juara di Premier League. City jadi tim dengan pertahanan terbaik musim 2017–2018, musim pertama Laporte. Musim pertama Ruben juga begitu.

Dua musim terakhir, status tersebut tetap dipertahankan City. Musim lalu, hanya 33 gol yang membobol gawang Ederson Moraes. ’’Dari segala aspek, dia (Gvardiol) sudah memilikinya,’’ klaim Hargreaves.

Bukan hanya City yang mendapatkan tuah dari bek-bek bernilai mahal. Demikian pula dengan Liverpool FC setelah menjadikan Virgil van Dijk sebagai bek termahal pada musim panas 2018.

Pada musim penuh pertamanya mengenakan jersey The Reds, julukan Liverpool, Van Dijk sudah mampu menjadikan Liverpool sebagai klub dengan pertahanan terbaik di Premier League pada musim 2018–2019. Liverpool hanya kebobolan 22 gol.

Van Dijk pun jadi modal skuad asuhan Jurgen Klopp itu dua musim beruntun melangkah ke final Liga Champions. Termasuk ketika memenangi final keduanya pada 2018–2019.

Begitu pentingnya kapten timnas Belanda itu, sampai-sampai legenda Liverpool Jamie Carragher menyebut klub tersebut perlu melengkapi kekuatan defense-nya berpatok dengan Van Dijk. ’’Liverpool saat ini memerlukan bek dengan kemampuan yang tak dipunyai Van Dijk,’’ kata Carra, sapaan akrab Carragher, dikutip dari laman Roushing of the Kop.

Baik Laporte, Ruben, maupun Van Dijk pengaruhnya belum genap lima musim untuk City ataupun Liverpool. Pengaruh serupa bisa didapat City dengan mendatangkan Gvardiol musim panas ini. ’’Pep (Guardiola) tinggal membangun kekuatan di sekitar Gvardiol dalam sedekade ke depan,’’ klaim laman Daily Mail dalam analisisnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore