
PAUL ELLIS/AFP KECEWA: Jurgen Klopp punya tugas mengembalikan mood anak asuhnya setelah tertahan 1-1 oleh Tottenham Hotspur di Anfield kemarin.
JawaPos.com – ”Altro Pianeta” atau yang berarti ”Beda Planet”. Itulah judul di sampul depan surat kabar Corriere dello Sport setelah kekalahan dua gol tanpa balas Inter Milan oleh Liverpool FC (LFC) dalam first leg 16 besar Liga Champions di Stadio Giuseppe Meazza kemarin (17/2).
Dari judul tersebut, anggapan bahwa level klub Serie A masih di bawah klub Premier League sulit untuk dimungkiri.
Sebab, klub peraih scudetto Serie A yang bermain di kandang sendiri harus takluk oleh klub yang musim lalu finis ketiga di Premier League.
LFC memang menorehkan sukses besar sebagai klub yang musim ini dua kali menang di markas klub asal Kota Milan.
Sebelum mempermalukan Inter kemarin, The Reds lebih dulu mengubur asa AC Milan lolos dari fase grup dengan kemenangan 2-1 di Stadio San Siro (nama lain Stadio Giuseppe Meazza) pada 8 Desember tahun lalu.
Ucapan allenatore Inter Simone Inzaghi seakan mempresentasikan jurang kualitas klub Serie A dan klub Premier League.
”Kami lega tidak harus bertanding dengan Liverpool setiap pekan,” ucap Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi– kepada Amazon Prime.
Di Liga Champions musim ini, klub Serie A memang inferior di hadapan klub Premier League. Selain kalah di San Siro, AC Milan juga keok 2-3 di kandang LFC dalam fase grup.
Atalanta BC juga tidak bisa mengalahkan Manchester United di fase grup (kalah 2-3 di Old Trafford dan tertahan 2-2 di Gewiss Stadium).
Hanya Juve yang bisa meraih kemenangan saat mengungguli Chelsea 1-0 di Juventus Stadium. Tapi, ketika ganti bertandang ke Stamford Bridge, La Vecchia Signora dihancurkan empat gol tanpa balas.
”Klub dari Serie A perlu memperbaiki diri karena mereka memiliki gap kualitas yang bermil-mil jauhnya (dengan klub Premier League, Red),” ucap pandit sekaligus mantan striker timnas Italia Luca Toni kepada Prime Video.
”Ini (Inter, Red) adalah klub terbaik Serie A musim lalu. Mereka klub terbaik di Italia. Tanpa harus main bagus pun, Liverpool bisa memenangi pertandingan dengan skor 2-0,’’ ucap analis sepak bola talkSPORT Jason Cundy.
Melihat Manchester City juga menang tandang dengan skor mentereng (5-0 atas juara Portugal Sporting CP), Cundy memprediksi klub Premier League bisa menunjukkan dominasi di 16 besar meski lawan-lawannya adalah para juara liga.
Ya, seperti City dan LFC, lawan Manchester United adalah juara La Liga Atletico Madrid, sedangkan Chelsea menantang kampiun Ligue 1 Lille OSC.
BBC Sport malah menulis, All-English final seperti LFC kontra Tottenham Hotspur pada edisi 2018–2019 dan City kontra Chelsea musim lalu bisa kembali muncul dalam pergelaran final musim ini.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
