Lamine Yamal hadapi tantangan puasa saat laga sore di LaLiga, Barcelona siapkan strategi khusus untuk dukung performanya. (ig @fcbarcelona)
JawaPos.com–Bulan Suci Ramadhan kembali tiba. Bagi Bintang muda Barcelona Lamine Yamal, ini bukan sekadar momen spiritual tapi juga tantangan fisik yang nyata di tengah padatnya musim kompetisi.
Winger Barcelona yang kini jadi bagian penting dalam sistem Hansi Flick menjalankan ibadah puasa dengan penuh komitmen. Musim lalu Lamine Yamal sudah membuktikan kedewasaan dalam menjaga performa saat Ramadhan.
Namun tahun ini, ujian Lamine Yamal terasa lebih berat. Bukan karena puasa, tapi karena jam pertandingannya. Empat laga La Liga Barcelona musim ini dijadwalkan pukul 16.15 waktu setempat. Yakni saat laga lawan Levante, Villarreal, Athletic Club di San Mames, dan Sevilla, matahari bahkan belum mendekati waktu terbenam.
Di Spanyol pada Februari dan Maret, matahari baru terbenam sekitar pukul 18.30 hingga 19.00. Itu berarti Lamine Yamal harus bermain 90 menit plus pemanasan intens tanpa setetes air atau sebutir makanan.
Dalam sepak bola modern yang serba cepat, kondisi ini jelas bukan perkara ringan. Apalagi untuk pemain sayap yang mengandalkan akselerasi, dribel, dan sprint berulang. Risiko dehidrasi, kelelahan, hingga kram otot tentu meningkat.
Situasinya berbeda jika laga dimainkan malam hari, seperti semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid pukul 21.00. Dalam jadwal seperti itu, dia bisa berbuka sebelum atau bahkan saat pertandingan berlangsung. Namun laga sore hari adalah skenario paling menantang.
Melansir SPORT, meski begitu, dari internal Barcelona tak ada nada kepanikan. Pesan yang disampaikan klub cukup jelas, semuanya terkendali.
Pertama, karena jadwal ini masih jauh dari suhu ekstrem musim panas, sehingga beban fisik relatif lebih bisa dikelola. Kedua, Barcelona sudah berpengalaman mendampingi pemain Muslim selama Ramadhan.
Staf medis dan tim pelatih telah menyusun rencana khusus yang terus dikoordinasikan langsung dengan sang pemain. Fokus utamanya adalah pengaturan nutrisi dan pola latihan.
”Kami memiliki rencana yang jelas: kami memantaunya, bagaimana kami dapat membantunya, kapan dia harus makan, kapan dia harus berlatih,” Hansi Flick.
Perencanaan dilakukan secara detail, terutama pada malam hari. Asupan makanan dibagi secara strategis selama jam-jam non-puasa, dengan perhatian khusus pada hidrasi maksimal sebelum fajar. Semua dihitung untuk memastikan cadangan energi tetap terjaga.
Dengan dukungan penuh klub dan disiplin pribadi yang sudah dia tunjukkan sejak musim lalu, Lamine Yamal diyakini tetap mampu tampil di level tertinggi. Ramadhan memang menghadirkan tantangan tambahan.
Tapi dengan manajemen yang tepat, ini bukan hambatan justru bisa menjadi bukti profesionalisme dan kematangan seorang pemain muda.
Dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, La Liga tetap akan menyaksikan aksi eksplosif Lamine Yamal di sisi sayap, bahkan di tengah puasa sekalipun.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
