
Pep Guardiola buka acara amal untuk Palestina dengan salam. (X/@leylahamed)
JawaPos.com - Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan pernyataan emosional terkait perang yang ada di Palestina, Ukraina, hingga Sudan. Di tengah persiapan timnya menghadapi laga krusial, Guardiola menyempatkan diri untuk menjelaskan alasannya gencar membahas isu kemanusiaan meski dirinya merupakan seorang pelatih sepak bola.
Dalam sesi konferensi pers jelang laga leg kedua semifinal Carabao Cup antara Manchester City kontra Newcastle United di Etihad Stadium, suasana mendadak haru saat jurnalis Sam Lee menanyakan alasan di balik pidato kemanusiaan Pep Guardiola di Barcelona pekan lalu.
Dilansir dari YouTube BeanymanSports, Rabu (4/2), Guardiola mengawali jawabannya dengan memberikan apresiasi kepada Sam Lee. Namun, apresiasi itu dibarengi dengan kritik tajam terhadap industri media. Guardiola merasa heran mengapa pertanyaan mengenai kemanusiaan itu jarang sekali dilontarkan kepadanya dalam kurun waktu yang lama.
“Saya mengapresiasinya, karena dalam sepuluh tahun, atau dua tahun terakhir, ini pertama kalinya seorang jurnalis bertanya kepada saya tentang hal itu. Sepertinya Anda tidak diizinkan untuk melakukannya karena tempat Anda bekerja, saya tidak tahu,” kata Guardiola dengan nada sindiran yang halus.
Bagi pelatih asal Spanyol itu, kepeduliannya terhadap konflik di Palestina, Ukraina, maupun Sudan bukanlah tentang manuver politik. Guardiola menegaskan bahwa posisinya murni didasarkan pada rasa kemanusiaan dan empati terhadap penderitaan warga sipil yang terjebak di tengah peperangan.
“Ada seseorang yang melihat gambar-gambar dari perang di seluruh dunia, apakah itu tidak memengaruhi Anda? Ini bukan pertanyaan tentang siapa yang benar atau salah. Politisi, sayap kanan atau sayap kiri,” lanjutnya.
Guardiola menekankan bahwa apa yang disampaikannya merupakan respons alami dari seorang manusia yang memiliki nurani. Pelatih berusia 55 tahun itu merasa bahwa dengan kemudahan akses informasi saat ini, tidak ada alasan bagi siapapun untuk menutup mata.
“Apakah ada orang di sini yang tidak terpengaruh oleh apa yang terjadi setiap hari? Hari ini kita bisa melihatnya, dulu kita tidak bisa. Apakah itu bukan sesuatu yang menyentuh Anda? Itu menyakiti saya. Jika itu terjadi di pihak yang berlawanan, itu akan menyakiti saya. Jika itu terjadi di negara lain, itu menyakiti saya. Ini bukan soal posisi (politik),” tegas Guardiola.
Inti dari kegelisahan Guardiola ialah hilangnya ribuan nyawa manusia yang tidak bersalah. Guardiola menyatakan bahwa diskusi atau argumen apapun dapat dilakukan, tetapi pembunuhan massal warga sipil merupakan garis merah yang tidak dapat ditoleransi.
“Ketika ribuan orang tak berdosa terbunuh, itu menyakiti saya. Tidak ada yang lebih rumit dari itu. Cukup sampai di situ. Saya mengenal banyak orang, sahabat-sahabat dari berbagai penjuru dunia. Namun, ketika Anda memiliki sebuah keyakinan dan untuk membela diri, Anda harus membunuh beribu-ribu orang yang tidak bersalah, saya akan selalu berdiri bersuara. Saya akan selalu ada di sana. Selalu,” tegas Guardiola.
Pep Guardiola menutup pernyataannya dengan menggambarkan betapa hancurnya perasaan seseorang saat melihat penderitaan keluarga di wilayah konflik.
“Saya tidak bisa membayangkan ada orang yang tidak merasakan itu. Ketika Anda melihat gambar-gambar itu setiap hari. Para ayah, para ibu, anak-anak, apa yang terjadi pada mereka, hidup mereka hancur total. Orang-orang tidak bisa merasakan sedikit (belas kasih), tidak tersentuh? Maaf, saya tidak bisa merasa seperti itu,” tutup Guardiola.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
