
Como berhasil masuk ke babak perempat final Piala Italia setelah 40 tahun penantian. (@Como_1907/X)
JawaPos.com - Como 1907 sukses mempermalukan tuan rumah Fiorentina dengan skor 3-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Italia.
Meski sempat tertinggal lebih dulu di awal babak pertama, Como melakukan comeback gemilang di babak kedua dan berhasil menumbangkan sang raksasa Firenze.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari tuan rumah. Baru berjalan tujuh menit, Roberto Piccoli berhasil membawa Fiorentina unggul 1-0 setelah memanfaatkan umpan matang Giovanni Fabbian.
Gol itu sempat membuat suporter La Viola optimistis bahwa mereka akan mendominasi jalannya laga.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Como mulai mencoba keluar dari tekanan dan mengandalkan situasi bola mati.
Pada menit ke-20, Sergi Roberto mencetak gol penyeimbang 1-1 dengan memanfaatkan situasi bola mati setelah terjadi perebutan di depan gawang lawan. Skor imbang itu bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi yang diterapkan Cesc Fabregas mulai membuahkan hasil. Como bermain lebih sabar dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik.
Nico Paz lalu mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang Fiorentina pada menit ke-60 dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Fiorentina mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Albert Gudmundsson dan Nicolo Fagioli.
Namun, pertahanan Como yang dikawal ketat oleh lini belakang mereka tampil sangat solid. Upaya La Viola untuk menyamakan kedudukan justru berbuah petaka di penghujung laga.
Dilansir dari ESPN (28/1), pada masa injury time tepatnya menit ke-90+1, pemain pengganti Alvaro Morata mengunci kemenangan Como menjadi 3-1.
Berawal dari serangan kilat yang diinisiasi oleh Nicolas Kuhn, Morata dengan tenang melepaskan tembakan yang gagal dibendung oleh Oliver Christensen.
Morata sempat menerima kartu kuning beberapa menit kemudian akibat melakukan pelanggaran kepada Nicolo Fagioli di sisi sayap kanan pertahanan Fiorentina. Meski Fiorentina mendapat hadiah tendangan bebas, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan Como itu semakin memperpanjang catatan impresif Cesc Fabregas.
Hanya dalam waktu dua tahun (2024–2026), Fabregas berhasil mengubah identitas Como dari tim kasta kedua (Serie B) menjadi tim yang bertengger di peringkat ke-6 Serie A.
Fabregas juga sukses mengakhiri penantian empat dekade Como untuk kembali ke perempat final Piala Italia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
