
Pelatih Arsenal Mikel Arteta. (X/@Gravitygunner14)
JawaPos.com-Langkah Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris terhambat setelah dipaksa menyerah 2-3 oleh Manchester United di Stadion Emirates. Manajer Arsenal Mikel Arteta menyesali rentetan kesalahan individu yang membuat keunggulan poin mereka di puncak klasemen kian menipis menjadi hanya empat angka.
Arsenal sejatinya memulai laga dengan meyakinkan. Namun, momentum pertandingan berbalik seketika saat operan ke belakang yang ceroboh dari Martin Zubimendi justru menjadi hadiah bagi Bryan Mbeumo untuk menyamakan kedudukan.
Di babak kedua, dua gol indah dari jarak jauh yang dilepaskan Patrick Dorgu dan Matheus Cunha membungkam publik tuan rumah.
"Setengah jam pertama kami tampil sangat dominan. Kami bermain di area yang kami inginkan, mencetak gol, dan punya dua peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Namin, setelah itu, kami justri memberi mereka gol," ujar Arteta dikutip melalui laman The Guardian, Senin (26/1).
Ketegangan tampaknya menghantui skuad Meriam London setelah meraih hasil imbang tanpa gol dalam dua laga sebelumnya. Rasa cemas tersebut terkonversi menjadi keteledoran di lapangan. Bagi Arteta, kesalahan individu yang beruntun adalah anomali bagi tim sekelas Arsenal.
"Kesalahan pertama memicu kesalahan berikutnya. Ada tiga atau empat kekeliruan hari ini yang sangat tidak biasa bagi kami. Itulah sepak bola, dan hari ini kami harus membayarnya dengan harga mahal," ucap Arteta.
Meski sempat terjadi perdebatan mengenai potensi handball dalam proses gol Dorgu serta insiden bola yang mengenai tangan Harry Maguire di kotak terlarang. Arteta memilih untuk tidak mengkambinghitamkan wasit.
Dia lebih menyoroti kegagalan timnya memanfaatkan momentum di menit-menit krusial. Termasuk peluang satu lawan satu Noni Madueke yang gagal berbuah gol.
Sikap dingin juga ditunjukan Arteta menanggapi cemoohan sebagian pendukung Arsenal saat jeda antarpeluru. Baginya, kritik publik adalah cambuk untuk tampil lebih baik.
"Kami harus memberikan lebih banyak di lapangan. Hanya dengan cara itulah kami bisa mendapatkan ketenangan," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.
Di sisi lain, Manchester United tampil pragmatis namun efektif di bawah asuhan pelatih interim, Michael Carrick. Kemenangan ini memperpanjang catatan impresif Carrick yang berhasil menumbangkan dua tim penghuni papan atas dalam dua laga pertamanya.
"Kami memahami alur pertandingan. Ada saatnya kami harus tertekan dan bekerja keras di lini pertahanan, namun para pemain mampu tetap tenang dan mengambil kendali di saat yang tepat," ujar Carrick memuji kecerdasan taktis anak asuhnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
