Lionsgate akan membuat film drama tentan Manchaster United. (Istimewa)
JawaPos.com - Manchester United kembali mencuri perhatian, bukan lewat prestrasinya di lapangan, melainkan dari rencana besar di luar sepak bola.Klub raksasa Inggris itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal dengan rumah produksi ternama, Lionsgate, untuk mengembangkan serial drama televisi yang akan mengangkat perjalanan panjang sejarah klub.
Serial ini disebut akan dikemas dalam format drama sejarah, dengan pendekatan naratif mirip serial populer The Crown. Artinya, kisah Manchester United tidak akan disajikan sebagai dokumenter biasa, melainkan dalam bentuk cerita dramatis yang menggabungkan fakta sejarah dengan pendalaman karakter dan konflik di balik layar.
Meski kesepakatan sudah tercapai, proyek tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Naskah belum ditulis, dan belum ada platform televisi atau layanan streaming yang secara resmi mengamankan hak tayangnya. Namun, langkah awal ini menunjukkan ambisi Manchester United untuk memperluas cerita klub ke ranah hiburan global.
Lionsgate bukan nama sembarangan. Studio asal Amerika Serikat ini dikenal sebagai produsen berbagai film dan serial sukses dunia, termasuk waralaba The Hunger Games, John Wick, hingga Twilight. Di luar itu, Lionsgate juga memiliki pengalaman menggarap cerita bertema olahraga, yang dinilai menjadi nilai tambah untuk proyek Manchester United.
Menurut sejumlah sumber dikutip dari nytimes.com yang mengetahui proses negosiasi, klub berjuluk Setan Merah tersebut berpotensi menerima pendapatan awal bernilai jutaan poundsterling apabila serial ini benar-benar diproduksi dan dijual.
Selain pembayaran awal, Manchester United juga disebut akan berbagi royalti jangka panjang, tergantung pada jumlah musim, episode, serta nilai kesepakatan distribusi yang tercapai.
Nama Jed Mercurio ikut mencuat dalam pembicaraan proyek ini. Penulis dan sutradara asal Inggris tersebut dikenal luas lewat serial Bodyguard dan Line of Duty. Mercurio juga diketahui sebagai penggemar Manchester United sejak kecil, yang membuat keterlibatannya dinilai dapat memberi sentuhan emosional sekaligus autentik pada cerita klub.
Hingga kini, baik pihak Manchester United maupun Lionsgate belum memberikan pernyataan resmi. Detail cerita, periode sejarah yang diangkat, serta tingkat kontrol editorial klub terhadap isi serial juga masih belum diungkap.
Namun, jika melihat sejarah Manchester United, bahan cerita nyaris tak ada habisnya. Mulai dari tragedi udara Munich 1958 yang merenggut nyawa delapan pemain, kebangkitan legendaris di bawah Sir Matt Busby, hingga kejayaan Eropa pada 1968, semua merupakan babak dramatis yang sarat emosi.
Era Sir Alex Ferguson juga diyakini menjadi salah satu fokus utama. Selama lebih dari dua dekade, Ferguson mengubah Manchester United menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris dan Eropa. Treble bersejarah musim 1998/1999, rivalitas sengit, serta dinamika ruang ganti penuh karakter besar menjadi materi yang sangat potensial untuk diangkat ke layar kaca.
Tak hanya soal kejayaan, Manchester United juga memiliki sisi gelap yang relevan untuk dikisahkan. Penurunan prestasi pasca-kepergian Ferguson, puasa gelar liga sejak 2013, hingga konflik internal akibat perubahan kepemilikan klub menjadi bagian dari realitas modern United.
Isu kepemilikan juga menjadi salah satu cerita besar dalam dua dekade terakhir. Keluarga Glazer mengambil alih klub pada 2005 melalui skema pembelian dengan utang besar, yang memicu protes berkepanjangan dari suporter.
Pada 2023, masuknya Sir Jim Ratcliffe sebagai pemegang saham minoritas menandai era baru, dengan perubahan besar di struktur manajemen dan operasional klub.
Rencana serial drama ini juga muncul setelah Manchester United beberapa kali menarik diri dari proyek dokumenter besar. Klub sebelumnya sempat berdiskusi dengan Amazon Prime dan Disney untuk proyek dokumenter, namun memilih mundur karena khawatir mengganggu fokus tim utama dan stabilitas internal.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
