
Brahim Diaz gagal penalti di final Piala Afrika. (ig @afcon2025official)
JawaPos.com-Minggu (18/1) malam berubah menjadi ajang diskusi panas di kalangan pecinta sepak bola dunia. Bukan karena pesta gol atau drama klasik adu penalti, melainkan satu momen yang dinilai aneh dan memancing spekulasi ke mana-mana kegagalan Brahim Diaz mengeksekusi penalti di final Piala Afrika antara Maroko dan Senegal.
Sorotan langsung tertuju pada gelandang serang Maroko Brahim Diaz. Dalam laga puncak Piala Afrika yang berlangsung penuh tensi, Maroko mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir waktu tambahan.
Situasinya jelas, satu gol saja sudah cukup untuk mengakhiri pertandingan, tepat enam menit memasuki extra time. Namun alih-alih memilih eksekusi aman, Brahim mengambil keputusan berani dengan mencoba tendangan panenka ke tengah gawang.
Hasilnya? Eduoard Mendy dengan mudah membaca arah bola dan melakukan penyelamatan. Stadion mendadak sunyi, lalu meledak oleh reaksi campur aduk, kaget, frustrasi, dan marah.
Yang membuat suasana makin rumit, penalti tersebut hadir di tengah kondisi yang sudah panas. Beberapa menit sebelumnya, Senegal sempat mencetak gol yang kemudian dianulir secara kontroversial.
Keputusan itu memicu kekacauan di lapangan, hingga pihak tim Senegal memilih menarik pemain mereka sebagai bentuk protes. Drama belum selesai, dan penalti Maroko justru menjadi bahan bakar baru.
Melansir laman Get Football News, dari sinilah rumor tak masuk akal mulai bermunculan. Di media sosial, sebagian warganet menuding Brahim sengaja gagal sebagai bentuk fair play, seolah ingin membalas kontroversi gol yang dianulir untuk Senegal.
Klaim ini tentu terdengar sensasional, bahkan cenderung mengada-ada, namun tetap saja menyebar cepat. Faktanya, tidak ada bukti apa pun yang mendukung tuduhan tersebut. Yang terlihat jelas hanyalah seorang pemain yang mengambil risiko besar di momen paling krusial dan kalah oleh keputusan itu sendiri.
Sepak bola memang kerap menghadirkan cerita dramatis, tapi tidak semua drama menyimpan konspirasi di baliknya. Pada akhirnya, Senegal berhasil memanfaatkan momentum dan mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu. Maroko harus menelan pil pahit, sementara nama Brahim Díaz terlanjur menjadi pusat perdebatan global.
Apakah itu sekadar kesalahan teknis? Atau keputusan penuh percaya diri yang salah waktu? Satu hal pasti di final sebesar Piala Afrika, satu sentuhan bola bisa mengubah segalanya termasuk reputasi seorang pemain, dalam semalam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
