Pelatih Real Madrid Xabi Alonso menyebut semua pihak bekerja sama ke arah yang benar. (Instagram.com/realmadrid)
JawaPos.com - Apa yang terjadi di Vitoria bisa saja menjadi titik penting dalam perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid. Laga di Mendizorroza melawan Alaves datang di saat yang tidak ideal, setelah pekan yang penuh tekanan dan ketidakpastian.
Dua kekalahan beruntun dari Celta Vigo di La Liga (0-2) dan Manchester City di Liga Champions (1-2) menutup periode yang suram, di mana Real Madrid hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhir.
Situasi ini membuat sorotan media semakin tajam. Tekanan pun mengarah langsung ke Xabi Alonso, sementara persoalan performa para pemain di lapangan justru kerap tersisih dari pembahasan utama.
Di tengah atmosfer tersebut, muncul spekulasi bahwa klub bisa saja mengambil langkah ekstrem jika hasil tak segera membaik.
Namun, melansir SPORT, sebagian besar suara dari media Madrid justru mengarah pada satu kesimpulan: memecat Alonso bukanlah jalan keluar.
Emilio Contreras, dalam analisanya di La Tribu, mempertanyakan keraguan yang berkembang di sekitar posisi sang pelatih.
"Saya terkejut bahwa perjudian tiga tahun seperti yang dilakukan Xabi Alonso telah gagal. Jelas bahwa beberapa hal tidak berjalan dengan baik, tetapi hasilnya tidak buruk...tim berada di puncak klasemen liga hingga baru-baru ini dan termasuk dalam delapan besar di Liga Champions," ungkap sang jurnalis.
"Tahun lalu situasinya lebih kritis dan mereka tetap mempertahankan Ancelotti. Ini jelas menunjukkan bahwa kesabaran di Real Madrid sangat terbatas."
Menurut Contreras, tuntutan di Real Madrid memang selalu tinggi, tetapi biasanya tetap disertai toleransi selama hasil masih bisa dipertanggungjawabkan. Dalam konteks ini, ia menilai kondisi Alonso belum sampai pada titik yang menuntut keputusan drastis.
Pandangan serupa juga disampaikan Nacho Labarga, meski dengan nada yang lebih kritis terhadap performa tim.
"Saya tidak mengerti mengapa ada begitu banyak keraguan seputar kemungkinan pemecatan. Ini Real Madrid, dan lambang itu mewajibkan Anda untuk menang," ungkap Labarga.
"Performa tim sangat buruk, dan meskipun belum ada pengganti yang jelas...tuntutan di klub ini berbeda. Saya tahu apa yang akan saya lakukan, dan bagi saya, memecat Alonso akan menjadi sebuah kesalahan."
Sementara itu, Jose Manuel Oliván mengajak untuk melihat konteks musim secara lebih luas. Ia menekankan bahwa Real Madrid belum memasuki fase penentuan gelar.
"Ini tanggal 12 Desember dan gelar pertama musim ini bahkan belum ditentukan. Saya tidak tahu detailnya, tetapi jika itu lepas, maka itu akan menjadi masalah. Alonso telah membuktikan dirinya sebagai pelatih hebat dengan hasil yang diraihnya, dan kita harus bersabar dengan proyek jangka panjang seperti ini," ungkap Olivan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
