Scott Parker. (Sky Sports)
JawaPos.com – Scott Parker sakit hati setelah mendengar suara cemoohan para penggemar Burnley saat peluit akhir pertandingan. Ia tak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai tim asuhannya kalah di kandang 2–3 dari Fulham pada Minggu (14/12), sekaligus mengalami kekalahan ketujuh berturut-turut.
The Clarets memiliki beberapa peluang emas sepanjang pertandingan, tetapi tim tamu tampil jauh lebih klinis, sekaligus Bernd Leno juga terus melakukan penyelamatan penting untuk tim asuhan Marco Silva.
Dan, lini pertahanan Burnley semakin terekspos dan melemah, melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pembuka Emile Smith Rowe dan kemudian, setelah Lesley Ugochukwu menyamakan kedudukan, membiarkan Calvin Bassey membawa The Cottagers kembali unggul.
Harry Wilson, yang memberikan assist untuk dua gol pertama, menambahkan gol ketiga yang menentukan sebelum menit ke-60. Sementara gol hiburan Oliver Sonne sudah terlambat bagi tim promosi yang kini berada di peringkat ke-19 tersebut.
Setelah pertandingan, Parker menyampaikan kesedihannya saat mendengar nyanyian "Anda akan dipecat besok pagi" dari para penggemar mereka sendiri, yang memicu reaksi emosional juru taktik kelahiran London tersebut.
"(Nyanyian) itu membuat saya sedih, tentu saja. Baru empat bulan yang lalu saya berdiri di balkon di pusat kota dan kami semua merayakan kemenangan dan para penggemar mendukung kami (saat promosi ke Liga Inggris), dan dalam empat bulan itu berubah dengan cepat,” katanya.
"Saya mengerti rasa frustrasi mereka (penggemar Burnley). Inilah dunia yang kita hadapi saat ini. Saya mengerti. Bagaimana dunia sepak bola, reaksi instan adalah mencemooh (saya)," tambah pelatih berusia 45 tahun ini.
"Saya rasa Anda tidak bisa mempertanyakan komitmen tim ini (untuk bangkit). Tim ini benar-benar berdedikasi dan sangat berkomitmen, dan tidak ada yang berubah. Tingkat kerja keras dan komitmen yang kami berikan untuk meraih kesuksesan musim lalu persis sama sekarang."
"Hati saya hancur di akhir pertandingan karena kami datang ke sini hari ini dengan keinginan untuk menyenangkan penggemar kami dan ingin mereka mendukung kami (tetapi malah mendapat cemoohan)."
Parker dua kali mengalami degradasi dari Liga Inggris, bahkan yang pertama bersama Fulham dan selanjutnya saat menukangi Bournemouth, dan pernah berada di situasi ini sebelumnya, tetapi mengatakan musim ini terasa berbeda.
"Itulah mengapa ini membuat saya frustrasi. Saya pernah berada dalam pertarungan menghindari degradasi dan saya tahu tantangannya. Tim seperti kami yang masuk ke Liga Premier, tantangannya ada di sana,” lanjutnya.
"Ada banyak hal baik dan yang membuat saya frustrasi adalah, saya mengerti dari dunia luar, pada akhirnya tidak ada yang bisa ditunjukkan (dari kekalahan ini). Tidak ada poin dan saya mendapatkan penilaian dari dunia ini."
"Tapi, kami (Burnley) sangat kompetitif. Kami mendominasi (pertandingan) di momen-momen tertentu dan kami hanya kurang fokus, kurang urgensi, dan kurang pemahaman (saat bermain) di divisi ini," pungkas Parker.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
