
Andry Robertson (Instagram.com/andryrobertson94)
JawaPos.com - Diogo Jota muncul dalam pikiran Andy Robertson saat kapten Skotlandia itu bersuka cita memimpin negaranya ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998.
Skotlandia mengalahkan Denmark yang bermain dengan 10 orang dengan skor 4-2 pada malam yang luar biasa di Hampden Park, di mana Kieran Tierney dan Kenny McLean mencetak gol pada tambahan waktu babak kedua.
Tendangan salto Scott McTominay menjadi pembuka jalannya pertandingan yang menegangkan, dengan Rasmus Holjund menyamakan kedudukan dari titik penalti sebelum Lawrence Shankland mengembalikan keunggulan Skotlandia setelah Rasmus Kristensen mendapat kartu merah untuk tim tamu.
Gol penyeimbang Patrick Dorgu tampaknya akan memastikan kualifikasi Denmark, namun Tierney kembali membawa Skotlandia unggul dengan tendangan menakjubkan pada menit ke-93, yang membuka jalan bagi McLean untuk mencetak gol dari garis tengah lapangan dan menjamin tempat tuan rumah di ajang utama tahun depan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Robertson yakin mendiang rekan setimnya di Liverpool, Jota, pasti gembira melihat adegan gembira itu.
"Saya menyembunyikannya dengan baik, tapi hari ini saya benar-benar terpuruk. Saya tahu di usia saya sekarang, ini mungkin kesempatan terakhir saya untuk pergi ke Piala Dunia," ujarnya kepada BBC Skotlandia.
"Hari ini, saya tidak bisa melupakan teman saya, Diogo Jota. Kami banyak bicara tentang Piala Dunia."
"Aku tahu dia akan tersenyum padaku hari ini. Aku sangat senang semuanya berakhir seperti ini."
Skotlandia kini telah memenangi empat dari enam pertandingan terakhirnya melawan Denmark di semua kompetisi (S1 K1), sebanyak yang diperoleh dalam 10 pertemuan sebelumnya (M4 K6).
Namun, Robertson tahu betapa dekatnya Skotlandia dengan kegagalan dan harus puas dengan tempat di babak play-off.
"Itulah inti dari skuad ini. Pantang menyerah. Kami terus berjuang sampai akhir dan menjadi salah satu pertandingan paling gila," ujarnya.
"Kita sudah berjuang keras untuk negara ini, tapi saya yakin itu sepadan. Kita akan ke Piala Dunia."
"Kelompok anak laki-laki ini, kelompok staf ini, adalah kelompok terbaik yang pernah saya ikuti.
"Pidato pelatih sebelum pertandingan sungguh luar biasa. Dia membahas momen-momen penting yang pernah kami alami. Lolos ke Piala Eropa. Dia bilang, 'Ayo kita buat lagi'."
"Kami sangat emosional. Melakukan ini untuknya, staf, dan seluruh keluarga kami, akan menjadi salah satu malam terindah dalam hidup saya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
