Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 November 2025 | 21.12 WIB

Derby Turin Berakhir Tanpa Gol, Luciano Spalletti Sebut Juventus Perlu Tingkatkan Kualitas Permainan

Debut Luciano Spalletti bersama Juventus. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)

JawaPos.com – Luciano Spalletti menguraikan hal-hal yang 'perlu ditingkatkan' Juventus dan mengakui bahwa permainan Bianconeri kurang 'berkualitas' dalam hasil imbang 0–0 melawan Torino, dalam derby Turin pertama musim 2025/2026, pada Minggu (9/11) dini hari WIB.

Bianconeri tampaknya telah kehilangan momentum sejak pemecatan Igor Tudor, karena setelah kemenangan atas Udinese di bawah asuhan manajer sementara Massimo Brambilla dan Cremonese pada debut Spalletti, mereka harus puas bermain imbang dua kali berturut-turut.

Melawan Sporting CP meraih hasil imbang 1-1 di Liga Champions di Stadion Allianz pertengahan pekan lalu dan menjamu Torino membuat mereka frustrasi dengan hasil imbang 0–0 di tempat yang sama.

"Ketika lini tengah padat (dengan pemain), Anda harus meningkatkan kualitas (permainan) saat memainkan dan menerima umpan-umpan normal lebih cepat agar lebih efektif (untuk menyerang)," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.

"Jika Anda mengumpan dua meter ke depan, alih-alih menyamping atau ke belakang, itu akan mencegah lawan mendapatkan posisi. Di sinilah kami tentu perlu meningkatkan diri. Kami tidak mampu melakukan pergerakan dengan kualitas yang dimiliki tim ini.

"Ada juga sedikit kelelahan setelah pertandingan Liga Champions pertengahan pekan, tetapi saya tetap senang tim ini berjuang keras sepanjang pertandingan," jelasnya.

Penjaga gawang kedua tim juga menjadi penentu untuk hasil tanpa gol ini, karena Michele Di Gregorio di sisi Bianconeri dan Alberto Paleari di bawah mistar Il Toro harus melakukan beberapa penyelamatan gemilang.

"Kami membiarkan beberapa serangan balik (Torino), tetapi penyelamatan gemilang Di Gregorio memantul dua kali, jadi peluang itu tercipta karena keberuntungan. Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan dan terus menekan Torino," tegas Spalletti.

Mantan pelatih timnas Italia ini juga mengungkap alasan mengganti Dusan Vlahovic di kalah timnya membutuhkan gol pemecah kebuntuan serta mengapresiasi penampilan Jonathan David di laga ini.

"Jonathan David (tampil) sangat bagus di dalam kotak penalti, dia bisa bersuara, meskipun fisiknya tidak sekuat itu. Vlahovic sempat merasakan sakit di punggungnya, dia menunjukkan keberanian untuk berjuang keras, tetapi ia benar-benar kelelahan saat ditarik keluar," jelas Spalletti.

"Memang benar Vlahovic lebih mengandalkan fisik, tetapi wajar jika dia akan diuntungkan oleh umpan silang Zhegrova. Ketika kami mulai menekan Torino di menit-menit akhir, itulah yang perlu kami lakukan, kami hanya kurang penyelesaian akhir," tutup sang juru taktik kelahiran Tuscany ini.

Setidaknya ada satu kabar baik bagi Spalletti, karena ini adalah poin ke-1.000-nya di Serie A sepanjang karier manajerialnya sejak 1995, bersama Empoli, Sampdoria, Venezia, Udinese, AS Roma, Inter Milan, Napoli, dan saat ini bersama Juventus.

Catatan tersebut menjadikannya orang kelima yang mencapai tonggak sejarah ini setelah empat juru taktik pendahulunya seperti Giovanni Trapattoni, Nereo Rocco, Nils Liedholm, dan Massimiliano Allegri, yang menjadi satu-satunya pelatih aktif.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore