
Johnny Heitinga saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala Ajax. (Dok. Instagram/@JohnHeitinga)
JawaPos.com – Hasil buruk kembali diraih oleh AFC Ajax Amsterdam dalam lanjutan Liga Champions musim 2025/2026. Tim asal Belanda ini baru saja dibungkam Chelsea dengan skor telak 1-5 pada laga yang berlangsung Rabu (22/10) waktu setempat.
Ajax yang diasuh oleh pelatih keturunan Indonesia, Johnny Heitinga, mengawali laga dengan buruk. Pemain andalan mereka di lini tengah, Kenneth Taylor, mendapatkan kartu merah saat laga baru berjalan 17 menit.
Bermain dengan 10 pemain sejak awal laga praktis membuat Ajax kesulitan mengimbangi permainan tim tuan rumah. Marc Guiu dan Moises Caicedo membuat The Blues unggul 2-0 lewat gol yang masing-masing dicetak pada menit ke-18 dan 27.
Ajax sempat berusaha mengejar ketertinggalan mereka lewat Wout Weghorst yang berhasil mengonversi sepakan penaltinya menjadi gol. Sayangnya, sejak saat itu Chelsea langsung tancap gas dan menghentikan perlawanan Ajax.
Memasuki akhir babak pertama, Chelsea mendapatkan dua hadiah penalti. Enzo Fernandez dan Estevao yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat babak pertama berakhir 4-1 buat tim tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Tyrique George mencetak gol di menit ke-48, sekaligus menjadi gol penutup di laga ini. Wasit meniup peluit panjang dan skor 5-1 membuat poin menjadi milik Chelsea sepenuhnya.
Kekalahan ini membuat Ajax terjerembab di dasar klasemen fase Liga Champions musim ini. Tim yang bermarkas di Johan Cruyff Arena ini menelan tiga kekalahan dari tiga laga yang sudah mereka jalani. Peluang lolos ke fase gugur pun kian menipis.
Hasil buruk ini juga menjadi catatan tersendiri bagi Johnny Heitinga. Pelatih yang memiliki keturunan Indonesia dari kakeknya ini menorehkan rekor buruk baik sebagai pemain maupun pelatih di kompetisi tertinggi antar klub Eropa.
Menurut akun X resmi dari OptaJohan, Johnny Heitinga menjadi orang pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang menelan tiga kekalahan di tiga laga pertamanya di Liga Champions, baik sebagai pemain dan pelatih.
Akun statistik sepak bola tersebut menyebutkan, Heitinga selalu kalah di lima laga pertamanya sebagai pemain di Liga Champions pada musim 2003/2004 silam.
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, Heitinga yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala Ajax sudah takluk tiga kali di tiga laga pertamanya sebagai pelatih di Liga Champions.
Musim pertama Heitinga sebagai pelatih kepala Ajax memang tidak bisa dibilang berjalan mulus. Tidak hanya performa anak asuhnya di Eropa yang di kurang maksimal, penampilan de Godenzonen di kompetisi domestik juga menuai sorotan.
Saat ini, Ajax hanya menempati posisi keempat di klasemen sementara Liga Belanda. Davy Klaasen dan kawan-kawan baru mengoleksi 4 kemenangan dari 9 laga yang sudah mereka mainkan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
