Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Oktober 2025 | 02.37 WIB

Kalah dari Manchester United, Racikan Lini Tengah Arne Slot Jadi Sasaran Ejekan Fans Liverpool

Kalah dari Manchester United, Racikan Lini Tengah Arne Slot Jadi Sasaran Ejekan Fans Liverpool

JawaPos.com - “Di mana lini tengahnya?” — pertanyaan itu kini jadi keluhan paling sering terdengar dari para pendukung Liverpool. Kekalahan terbaru dari Manchester United kembali menempatkan Arne Slot di bawah sorotan tajam.

Liverpool tampil seperti kehilangan identitas, mencatat empat kekalahan beruntun di semua kompetisi—performa terburuk mereka sejak 2014. 

Ide besar Slot untuk “menghabisi lawan lewat penguasaan bola” tampak tak terlihat di lapangan. Struktur permainan The Reds justru penuh lubang dan tanpa arah yang jelas.

Sebuah gambar dari laga kontra United bahkan viral di media sosial, memperlihatkan betapa kosongnya lini tengah Liverpool. 

Dalam cuplikan dari babak pertama, Milos Kerkez tampak membawa bola tanpa satu pun gelandang The Reds di area tengah. Ryan Gravenberch terjebak penjagaan Bryan Mbeumo, sementara umpan pendek ke Ibrahima Konaté tak tersedia.

Tiga gelandang utama Liverpool—Gravenberch, Dominik Szoboszlai, dan Alexis Mac Allister—terlihat menumpuk di sisi kiri lapangan. Mac Allister pun berada terlalu jauh untuk bisa membantu serangan atau bertahan. 

Akibatnya, Mohamed Salah dan Alexander Isak benar-benar terisolasi di depan. Tak ada koneksi, tak ada aliran bola, dan build-up permainan pun macet total.

Ketika para pemain mencoba menekan ke depan, ruang di belakang mereka justru terbuka lebar. Setiap kali bola hilang, lawan punya jalan bebas untuk menyerang balik.

Di penghujung laga, Slot memasukkan Florian Wirtz dan Curtis Jones sebagai duet lini tengah—dua pemain yang nalurinya justru lebih ofensif. Keputusan itu hanya memperlebar jarak antar lini dan menambah kekacauan struktur permainan.

Strategi Slot terlihat seperti tanpa arah. Keinginannya untuk memasukkan banyak pemain menyerang justru berujung petaka. Setelah pertandingan, manajer asal Belanda itu mengakui timnya terlalu banyak mengambil risiko.

“Kami memang bermain sangat berisiko. Setelah 55 menit, kami punya enam atau tujuh pemain menyerang di lapangan,” kata Slot dikutip dari This Is Anfield.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore