Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 13.58 WIB

Nasib Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Segera Dirapatkan Setelah Pernikahan Putri Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tampak menunduk lesu usai kekalahan dari Irak yang memupus mimpi Garuda ke Piala Dunia 2026. (X: @BolaBolaAja)

JawaPos.com- Wakil Ketua Umum PSSI I, Zainuddin Amali, mengungkapkan bahwa rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk membahas masa depan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert belum akan digelar dalam waktu dekat. Pasalnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir masih memiliki agenda keluarga penting, yakni menikahkan putrinya pada 18 dan 19 Oktober 2025.

"Oh iya, tunggu Ketua Umum dulu. Beliau masih ada acara pernikahan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober," ujar Amali.

Amali menegaskan, keputusan soal kelanjutan kerja sama dengan Kluivert tidak bisa diambil secara sepihak meski tekanan publik terus meningkat. Menurutnya, semua keputusan strategis harus melalui rapat Exco berdasarkan laporan resmi dari Ketua Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus manajer timnas, Sumardji.

"Enggak bisa kita putuskan sendiri. Ini organisasi, jadi harus kolektif. Dasar kita mengambil keputusan adalah laporan dari Ketua BTN dan manajer timnas," jelas Amali.

Sebelumnya, Sumardji menyampaikan bahwa PSSI akan segera menentukan nasib Kluivert menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Dalam dua laga terakhir putaran keempat kualifikasi zona Asia, Indonesia tumbang 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, hasil yang menutup peluang Garuda untuk tampil di ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.

"Kita tunggu dulu laporan lengkap dari Ketua BTN. Baru kita ambil sikap. Kan kita belum tahu isi laporannya seperti apa," tambah Amali.

Namun, saat disinggung soal batas waktu pelaksanaan rapat Exco, Amali hanya menjawab santai sesiapnya. Ia juga mengaku belum mengetahui alasan Kluivert dan tim pelatih langsung terbang ke Belanda usai kekalahan di Jeddah.

"Wah, itu tanya dia. Kita juga tidak tahu alasannya," ucapnya singkat.

Di sisi lain, Patrick Kluivert akhirnya angkat suara setelah dua kekalahan menyakitkan itu. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, legenda Barcelona tersebut menulis pesan emosional dan penuh tanggung jawab untuk seluruh pendukung Timnas Indonesia.

"Dear Indonesia, saya merasakan kepedihan dan kekecewaan yang sama seperti Anda. Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, tetapi juga pengingat betapa tingginya impian kita bersama," tulis Kluivert.

Sebagai pelatih kepala, pria asal Belanda itu menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang diraih. Ia juga mengaku bangga dengan kerja keras tim dan dedikasi pemain yang terus berjuang untuk membawa nama Indonesia di panggung internasional.

"Kami telah memberikan segalanya dengan sepenuh hati, disiplin, dan persatuan. Setiap hari tim ini bekerja keras untuk berkembang dan mewakili Indonesia dengan bangga," lanjutnya.

Meski gagal membawa Garuda ke Piala Dunia 2026, Kluivert menilai perjuangan tim tetap meninggalkan fondasi positif bagi masa depan sepak bola nasional.

"Kami tidak mencapai Piala Dunia 2026, tetapi kami telah menetapkan standar baru yang bisa dijadikan pijakan untuk masa depan. Kemajuan sejati membutuhkan waktu, dan ini adalah bagian dari perjalanan panjang bagi tim dan bangsa," tutup Kluivert.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore