
Pemain Deportivo Alaves Facundo Garcés terseret kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi bersama Timnas Malaysia. (ig @facundogarces)
JawaPos.com-Deportivo Alaves harus menerima kenyataan pahit setelah kalah tipis 0-1 dari Real Mallorca pada pekan ketujuh La Liga Sabtu (27/9).
Kekalahan itu terasa semakin berat karena mereka tak bisa menurunkan bek andalannya, Facundo Garcés, yang sedang terseret kasus terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi bersama Timnas Malaysia.
Meski begitu, baik pelatih Alaves, Eduardo Coudet, maupun Garcés sendiri, memilih untuk tetap tenang menghadapi situasi yang tidak mudah ini. Coudet menilai absennya Garcés cukup memengaruhi jalannya pertandingan, terutama dalam duel udara yang menjadi salah satu kekuatan Mallorca.
“Hari ini kami kehilangan dia, dan itu sebenarnya bagian penting dari rencana permainan. Dalam duel udara, kehadirannya akan sangat berarti. Tapi yang terpenting saat ini adalah masalahnya bisa segera selesai,” ujar Coudet, dikutip dari Marca.
Pelatih asal Argentina itu menambahkan bahwa dia sudah berbicara langsung dengan Garcés. Menurut dia, sang pemain menunjukkan sikap tenang meski tengah diterpa kasus yang bisa berdampak panjang terhadap karirnya.
“Saya tidak mengatakan bahwa Garcés adalah pemicu permainan, tapi masalah ini datang tiba-tiba dan mengejutkan. Semoga diselesaikan dengan cara terbaik. Ketenangan yang dia tunjukkan justru membuat saya ikut merasa lebih tenang,” tambah Coudet.
FIFA sendiri dikabarkan sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Garcés dalam kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Jika terbukti bersalah, bek 26 tahun itu akan dijatuhi sanksi larangan aktivitas di dunia sepakbola selama 12 bulan.
Situasi ini membuat manajemen Alaves memilih langkah hati-hati dengan mencoret Garcés dari skuad yang melawan Mallorca. Keputusan itu dianggap sebagai langkah preventif sembari menunggu hasil keputusan resmi dari FIFA.
Bagi Alaves, kehilangan Garcés tentu menjadi pukulan, mengingat dia baru mulai beradaptasi dengan ritme La Liga dan dianggap salah satu bek yang akan bersinar di La Liga.
Namun, klub Basque tersebut tampaknya tidak ingin mengambil risiko lebih jauh terkait kasus hukum yang melibatkan otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Meski menghadapi potensi hukuman, Garcés disebut tetap menjalankan rutinitas bersama Alaves, dia tetap fokus berlatih dan menjaga kondisi fisik. Sikapnya yang tenang menjadi sorotan, karena tidak semua pemain bisa menghadapi masalah besar dengan kepala dingin.
Bagi Alaves, perjalanan musim ini masih panjang. Mereka membutuhkan setiap pemain dalam kondisi siap, baik secara mental maupun fisik.
Absennya Garcés memang meninggalkan celah di pertahanan, namun Coudet percaya timnya bisa tetap bersaing dengan mengandalkan kekompakan skuad yang ada.
Kini, semua mata tertuju pada hasil investigasi FIFA. Jika Garcés terbukti tidak bersalah, dia bisa segera kembali memperkuat Alaves. Namun, bila sebaliknya, klub harus menyiapkan strategi baru untuk menghadapi musim yang penuh tantangan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
