Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 21.42 WIB

Meski Lille Kalah dari Lyon 1-0, Bek Kiri Timnas Indonesia Calvin Verdonk Tampil Baik

Calvin Verdonk, bek kiri timnas Indonesia yang memperkuat klub Prancis OSC Lille. (ig @nenkmawar24) - Image

Calvin Verdonk, bek kiri timnas Indonesia yang memperkuat klub Prancis OSC Lille. (ig @nenkmawar24)

JawaPos.com-OSC Lille harus kembali menelan hasil pahit di pekan keenam Ligue 1 Prancis. Menjamu Lyon di Stadion Pierre Mauroy, Minggu (28/9), Les Dogues harus tumbang dengan skor tipis 0-1 lewat gol cepat T. Morton di menit ke-13. 

Meski demikian, perhatian pecinta sepak bola di Indonesia justru tertuju pada penampilan Calvin Verdonk. Kesempatan tampil sebagai pemain inti datang untuk Verdonk setelah bek kiri utama Lille, Romain Perraud, mengalami cedera. 

Pelatih Bruno Genesio pun mempercayakan posisi sayap kiri kepada pemain berusia 28 tahun itu. Dalam pertandingan keduanya di Ligue 1 bersama Lille, Verdonk tampil cukup baik. Walau hasil akhir tak berpihak kepada timnya, kontribusi bek kiri timnas Indonesia itu dinilai positif, terutama dalam duel satu lawan satu.

Media lokal Lille, Lepetitlillois.com, menyoroti gaya bermain Verdonk. Mereka menulis bahwa meski sesekali membuat aksi ceroboh seperti saat melakukan lemparan ke dalam yang justru berbalik menjadi peluang lawan, secara permainan duel satu lawan satu ia mampu mematikan pergerakan lawannya, A. Karabec. 

“Verdonk berhasil mengurangi pengaruh Karabec secara signifikan,” tulis media tersebut.

Berani Naik Membantu Serangan

Tak hanya disiplin dalam bertahan, Verdonk juga menunjukkan sisi ofensif. Dalam beberapa momen, dia sering naik ke depan dan berkolaborasi dengan Matias Fernandes-Pardo.

Salah satu aksinya bahkan menghasilkan peluang emas ketika umpan kombinasi membuka ruang bagi Hakon Haraldsson untuk melepaskan tembakan jarak dekat.

Kehadiran Verdonk membuat serangan Lille dari sisi kiri lebih bervariasi. Dia kerap melakukan overlap dengan intensitas tinggi, menambah variasi dalam skema menyerang OSC Lille.

Meski peluang-peluang dari OSC Lille  tidak menghasilkan sebuah gol, permainan ofensif Verdonk menjadi catatan positif di tengah hasil mengecewakan tim.

Kekalahan dari Lyon membuat Lille menelan dua hasil negatif secara beruntun. Sebelumnya, pada pekan lalu (21/9), Lille juga kalah telak 0-3 saat bertandang ke markas Rennes. Hasil ini jelas menjadi tamparan bagi Genesio dan anak asuhnya.

Kini, dengan koleksi 10 poin dari enam pertandingan (3 menang, 1 imbang, 2 kalah), Lille harus rela keluar dari lima besar klasemen sementara Ligue 1. Mereka menempati posisi keenam, selisih tipis dengan para pesaing di atasnya.

Kekalahan ini juga diwarnai insiden di pinggir lapangan. Pelatih Bruno Genesio mendapat kartu merah dari wasit setelah protes keras terhadap keputusan wasit.

Absennya Genesio di pinggir lapangan pada laga berikutnya menjadi kerugian besar bagi Lille. Meski Lille saat ini tengah dalam tren buruk, bagi Verdonk, laga melawan Lyon menjadi pengalaman berharga. 

Dia baru saja menjalani debut Ligue 1 pekan lalu melawan Rennes, dan kini kembali dipercaya turun sebagai starter. Kesempatan ini bisa menjadi jalan baginya untuk mengamankan tempat sebagai pemain inti, terutama selama Perraud masih absen karena cedera.

Performa baiknya yang ditunjukkan Verdonk membawa optimisme bagi pendukung Lille maupun pecinta sepak bola Indonesia. Di pertandingan ini statistik Calvin Verdonk melakukan 71 sentuhan bola, 82 persen akuransi umpan, 3 kali melakukan sapuan, 1 kali tekel, 3 kali operan kunci. Verdonk mendapatkan rating 7.3 dipertandingan ini.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore