
Emil Audero tampil kokoh dalam laga Cremonese vs Parma. (Instagram uscremonese)
JawaPos.com - Pertarungan Serie A di Stadion Giovanni Zini berakhir tanpa pemenang ketika Cremonese dan Parma bermain imbang 0-0 pada Senin dini hari. Pertandingan yang dihadiri 13.548 penonton itu memperlihatkan disiplin pertahanan kedua kubu dan penampilan solid penjaga gawang Cremonese, Emil Audero, kiper keturunan Indonesia yang kembali menunjukkan kualitasnya di level tertinggi.
Sejak awal peluit babak pertama berbunyi, tempo laga cenderung ketat. Parma yang dikomandoi Enzo Maresca memulai dengan tekanan cepat. Peluang pertama datang lewat Patrick Cutrone pada menit keenam, namun sepakan kaki kanannya masih melenceng. Cremonese, di bawah arahan Giovanni Stroppa, mengandalkan serangan balik melalui Antonio Sanabria dan Franco Vázquez, tetapi penyelesaian akhir belum menemui sasaran.
Parma terus menekan lewat kreativitas Adrian Bernabe dan kecepatan Pontus Almqvist. Menit ke-32, Mateo Pellegrino memaksa Audero melakukan penyelamatan krusial dengan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang Cremonese. Statistik babak pertama mencatat Parma melepaskan 8 percobaan, namun hanya 2 yang menguji kiper.
Babak kedua berlangsung lebih keras. Cremonese harus menahan gempuran ketika Mathias Lovik dan Christian Ordonez, dua pemain pengganti Parma, mencoba memecah kebuntuan. Audero tampil penuh konsentrasi. Pada menit ke-56, penjaga gawang kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang besar di Italia itu terbang menepis sepakan jarak jauh Bernabe yang mengarah ke pojok bawah. Penyelesaian yang menjadi bukti pengalaman sang kiper berusia 27 tahun.
Cremonese sebenarnya sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh Vazquez pada menit ke-90, namun Audero kembali sigap menepis bola ke tiang atas. Pertandingan ditutup dengan pengumuman tambahan waktu lima menit, tetapi skor 0-0 tak berubah.
Angka akhir menegaskan keseimbangan laga, Parma unggul tipis dalam tembakan ke gawang (3 banding 1) dan total percobaan (15 banding 3), sementara penguasaan bola 52,1 persen dikuasai Cremonese. Kedua kesebelasan sama-sama mencatat tiga tendangan sudut.
Hasil ini menjaga tren positif Parma yang kini meraih satu poin berharga di kandang lawan dan tetap kompetitif di papan tengah Serie A. Bagi Cremonese, tambahan satu angka membuat tim Lombardy tersebut masih berburu kemenangan kandang perdana musim ini.
Bagi pendukung sepak bola Indonesia, malam di Cremona menjadi sorotan tersendiri. Emil Audero, lulusan akademi Juventus yang pernah membela Sampdoria sebelum dipinjamkan ke Parma, kembali menunjukkan kestabilan performa. Dengan refleks cepat dan posisi yang tepat, penjaga gawang yang memiliki darah Minang melalui sang ibu itu membantu Parma meraih clean sheet keempat musim ini.
Serie A masih panjang, namun laga ini menegaskan ketatnya persaingan di papan tengah dan pentingnya figur kiper berpengalaman seperti Audero. Parma akan menatap jadwal berikutnya dengan percaya diri, sementara Cremonese harus segera menemukan sentuhan akhir jika ingin menembus zona Eropa.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
