
Ketegangan Real Madrid dan penyelenggara Ballon d
JawaPos.com - Ketegangan antara Real Madrid dan penyelenggara Ballon d'Or masih belum menemukan titik damai. Menurut laporan terbaru dari MARCA, upaya mediasi yang dilakukan sejauh ini belum mampu mencairkan suasana.
Semuanya berawal dari kontroversi musim lalu. Banyak pihak menilai Vinícius Júnior layak menggenggam Ballon d'Or, namun trofi justru jatuh ke tangan Rodri, gelandang Manchester City.
Keputusan itu membuat Real Madrid mengambil langkah tegas: memboikot seremoni penghargaan bergengsi tersebut. Tak ada satu pun perwakilan klub yang hadir, sebuah pesan diam yang terdengar lantang.
Beberapa bulan kemudian, France Football mencoba merajut kembali hubungan. Delegasi mereka terbang ke Madrid, duduk semeja dengan pihak klub, membicarakan kemungkinan perdamaian menjelang edisi tahun ini.
Tapi, seperti dilaporkan media Spanyol itu, pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan. Madrid tetap menaruh curiga pada metode penilaian yang dianggap tidak transparan.
"Metode dan kriteria penilaian perlu diperjelas," begitu narasi yang menggambarkan sikap klub. Tambahan faktor baru, yaitu keterlibatan UEFA sejak musim lalu, justru memperkeruh keadaan.
Hubungan Madrid dengan badan sepak bola Eropa itu memang sudah lama tidak harmonis, dan keberadaan penghargaan UEFA di sela undian Liga Champions hanya menambah gesekan.
Perselisihan ini bahkan menimbulkan dampak personal. Carlo Ancelotti, yang dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia musim 2023/24, hingga kini belum menerima Johan Cruyff Award perdananya. Ruang kosong di lemari trofi miliknya seakan menjadi simbol kebekuan hubungan antara klub dan ajang penghargaan.
Kini, menjelang malam Ballon d’Or yang akan digelar bulan ini, pertanyaan besar kembali muncul: akankah Real Madrid membuka pintu dan mengakhiri boikot, atau tetap berdiri di jalur protes?
Yang jelas, nama-nama besar seperti Vinícius Júnior dan Kylian Mbappe masuk dalam perbincangan kandidat. Situasi ini membuat sorotan semakin tajam. Bukan hanya pada siapa yang akan menang, tapi juga pada perdebatan panjang soal keadilan dan transparansi di penghargaan paling prestisius dalam sepak bola dunia.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
