
Alexander Isak jadi pembelian termahal Liverpool. (Instagram.com/@LiverpoolFC)
JawaPos.com - Nilai pasar seorang pemain sepak bola kerap menjadi sorotan, terutama ketika pemain itu tercatat di situs Transfermarkt. Situs asal Jerman ini sudah lama menjadi barometer oleh media, klub, hingga suporter.
Lalu bagaimana sebenarnya harga pasar pemain dihitung? Apakah murni data statistik, atau sekedar opini?
Transfermarkt telah menegaskan bahwa nilai pasar yang ada pada situsnya bukanlah biaya transfer.
Nilai pasar di Transfermarkt menegaskan bahwa nilai pasar merefleksikan nilai yang diharapkan di pasar bebas, bukan untuk memprediksi berapa harga seorang pemain dijual.
Jadi ketika seorang pemain memiliki kontrak yang hampir habis, harga transfernya bisa sampai nol, tapi nilai pasar tetap dihitung berdasarkan parameter tertentu.
Uniknya, transfermarkt tidak menggunakan algoritma. Angka pasar lahir dari diskusi komunitas, anggota aktif yang menilai performa, prospek, dan kondisi pemain. Hasil diskusi kemudian dipertimbangkan tim editor untuk memastikan nilai yang ditampilkan di situs tetap masuk akal.
Dalam istilah mereka, ini adalah bentuk wisdom of the crowd.
Meski berbasis komunitas, ada banyak faktor yang diperhitungkan. Beberapa di antaranya adalah:
Selain faktor individu, ada juga modalitas transfer yang memengaruhi. Misalnya, klausul keluar, opsi pembelian kembali, biaya pinjaman, pertukaran pemain, hingga lamanya kontrak yang tersisa.
Faktor situasional pun ikut dihitung, seperti tekanan finansial klub, pemain yang ngotot ingin pindah, atau klub yang menolak menjual ke penawar tertinggi.
Setiap liga dalam basis data mereka diperbarui dua kali semusim, biasanya setelah kompetisi berakhir dan di pertengahan musim.
Namun, ada juga pembaruan sementara, terutama untuk pemain muda yang tiba-tiba menonjol atau pemain baru di liga tertentu. Hal ini membuat valuasi lebih dinamis, menyesuaikan perkembangan performa.
“Harga Pasaran Transfermarkt dihitung dengan mempertimbangkan berbagai model penetapan harga. Faktor utamanya adalah komunitas Transfermarkt, yang dimana anggotanya mendiskusikan dan mengevaluasi harga pasaran pemain secara mendetail. Transfermarkt tidak menggunakan algoritma melainkan mengandalkan kearifan dan diskusi komunitas,” tulis laman transfermarkt.
Dengan pendekatan ini, nilai pasar bukan angka mati. Ia adalah gabungan antara data, opini komunitas, dan kondisi pasar.
Klub mungkin membeli atau menjual dengan harga diatas atau bisa juga di bawah harga pasar, tapi bagi publik, angka di Transfermarkt sudah menjadi patokan untuk menilai seberapa berharga seorang pemain di mata dunia sepak bola.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
